Beranda Berita Ketua PKK Aceh Timur Ajak Orang Tua Rutin Bawa Balita ke Posyandu

Ketua PKK Aceh Timur Ajak Orang Tua Rutin Bawa Balita ke Posyandu

156
0
Ketua TP PKK Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah didampingi Kepala Puskesmas Darul Ihsan, Marmeam, meninjau pemberian pelayanan kesehatan gratis kepada orang tua yang membawa bayinya ke Posyandu di Balai Pertemuan Desa Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, baru-baru ini. (Foto: Bag. Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur).

SahabatGuru – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Timur, Fitriani D. Hasballah mengajak orang tua agar lebih aktif secara rutin membawa bayi dan balita ke Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu). Apalagi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa keemasan karena pada masa tersebut terjadi pembentukan tumbuh kembang anak.

Pentingnya tumbuh kembang anak menjadikan TP-PKK Kabupaten Aceh Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dan instansi terkait akan terus mengampanyekan 1.000 HPK, penimbangan bayi dan balita di desa-desa secara rutin, termasuk pencegahan stunting. Apalagi dalam dua tahun terakhir Pemberikan Makanan Tambahan (PMT) terhadap bayi dan balita yang mengalami kekurangan gizi mulai dialokasikan di APBDes di seluruh desa.

Baca Juga :   Lantik Pejabat Eselon II, Bupati Rocky Ingin Prestasi Ditingkatkan

“Mari kita ke Posyandu karena memberikan perhatian khusus pada 1.000 HPK bertujuan mencetak anak-anak Indonesia yang sehat dan cerdas,” ujar Fitriani D. Hasballah, Selasa (18/2/2020).

Bila gizi tidak cukup pada 1.000 HPK, risikonya adalah terjadi penyakit tidak menular, terhambat pertumbuhan kognitif, kurang cerdas dan pendek atau lebih dikenal stunting

Dijelaskan, 1.000 HPK dimulai sejak dari kehamilan (270 hari) hingga lahir berusia 2 tahun (730 hari). Di saat janin berkembang hingga bayi memasuki usia 2 tahun, maka sangat menentukan kesehatan dan kecerdasannya di masa yang akan datang. Untuk itu perlu pemenuhan gizi yang cukup dan memadai.

“Bila gizi tidak cukup pada 1.000 HPK, risikonya adalah terjadi penyakit tidak menular, terhambat pertumbuhan kognitif, kurang cerdas dan pendek atau lebih dikenal stunting,” kata Fitriania.

Baca Juga :   Mantap, Pemprov Riau Siapkan Beasiswa S2 Untuk Guru
Ketua TP PKK Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah didampingi Kepala Puskesmas Darul Ihsan, Marmeam, meninjau pemberian pelayanan kesehatan gratis kepada orang tua yang membawa bayinya ke Posyandu di Balai Pertemuan Desa Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, baru-baru ini. (Foto: Bag. Humas & Protokoler Setdakab Aceh Timur).

Menurut dia untuk mencegah stunting dapat dilakukan dengan membiasakan pola makan yang sehat, pola asuh yang baik, kebersihan air dan sanitasi, membaca dan memahami ilmu kesehatan.

Fitriani juga meminta para ibu hamil untuk makan makanan yang bergizi seimbang, memeriksa kehamilan, meminum tablet penambahan darah, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bagi bayi yang baru lahir, memberikan ASI selama enam bulan, menimbang berat badan bayi secara rutin tiap bulan dan memberikan imunisasi lengkap dan melanjutkan pemberian ASI hingga bayi berusia 2 tahun.

“Selain Posyandu, pelayanan kesehatan gratis juga dilakukan terhadap Wanita Usia Subur (WUS) dengan usia 15-45 tahun, sehingga di setiap desa juga digelar Pos Bimbingan Terpadu (Poswindu) dan Pos Pelayanan Lanjut Usia (Poslansia). Tujuannya adalah untuk mendeteksi penyakit dan memberi obat untuk mencegahnya,” kata Fitriani. *

Baca Juga :   Antisipasi Covid-19, Masjid dan Terminal di Aceh Timur Disemprot Disinfektan