Beranda Berita APKASI ASN Kabupaten Karangasem Ikuti Professional English Training

ASN Kabupaten Karangasem Ikuti Professional English Training

96
0
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karangasem, Bali, mengikuti program Professional English Training yang diselenggarakan di kantor APKASI, Senin (10/2/2020) sampai Rabu (13/2/2020). (Foto: sahabat guru)

SahabatGuru – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karangasem, Bali, mengikuti program Professional English Training yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) melalui kemitraan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN). Bertempat di kantor pusat APKASI, program pelatihan bahasa Inggris atau Smart English ini digelar mulai Senin (10/2/2020) sampai Rabu (13/2/2020).  

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program APKASI yang berupaya meningkatkan kualitas ASN di Indonesia, terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris. Kemampuan tersebut memang sudah semakin dibutuhkan di tengah persaingan global. Apalagi Kabupaten Karangasem terletak di pulau yang menjadi destinasi wisata dari luar Indonesia. Bali merupakan tujuan para turis mancanegara yang sudah pasti lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Baca Juga :   Top, Film Karya Murid SMK Bogor Wakili Indonesia di Jepang

Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menuturkan pihaknya mendukung program yang diberikan APKASI. Dirinya juga menyampaikan pentingnya kebutuhan bahasa terutama bahasa Inggris yang tidak sekadar menguasai teori tetapi terutama untuk percakapan.

Progam Professional English Training memang diminati kabupaten-kabupaten karena memungkinkan peserta untuk lebih cepat menguasai bahasa Inggris, terutama dalam berkomunikasi. APKASI juga memberi kesempatan kepada kabupaten  menggelar pelatihan di kantor pusat

“Kebutuhan bahasa Inggris sangat penting dan wajib dikuasai. Bahasa tidak hanya sebuah teori tetapi penguasaan dalam komunikasi. Dan ini yang harus lebih ditingkatkan daripada hanya kemampuan dalam teori saja,” kata I Wayan Artha Dipa.

“Kami senang sekali mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan yang diadakan di kantor APKASI,” ujarnya.

Baca Juga :   Guru di Tulang Bawang Tingkatkan Kompetensi

Wakil bupati juga menyampaikan bila Kabupaten Karangasem merencanakan kembali mengikuti pelatihan itu. Menurut I Wayan Artha Dipa pelatihan berikutnya diikuti ASN yang berada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sektor pariwisata.

Karangasem sendiri merupakan kabupaten kedua yang merasakan langsung manfaat pelatihan Professional English yang diselenggarakan di kantor APKASI. Sebelumnya, Kabupaten Lombok Utara juga menyelenggarakannya di APKASI.

Baik Kabupaten Lombok Utara maupun Karangasem memilih melakukan pelatihan di APKASI. Dan, APKASI selalu menyediakan tempat bagi kabupaten atau daerah yang ingin menyelenggarakan pelatihan yang diberikan YPAN.

“Progam Professional English Training memang diminati kabupaten-kabupaten karena memungkinkan peserta untuk lebih cepat menguasai bahasa Inggris, terutama dalam berkomunikasi. APKASI juga memberi kesempatan kepada kabupaten  menggelar pelatihan di kantor pusat,” kata Himmatul Hasanah, Staf Ahli Bidang Pendidikan APKASI.

Baca Juga :   Karangasem, The Spirit of Bali

Menurut Himmatul rencananya beberapa kabupaten juga merencanakan menggelar kegiatan serupa di APKASI. Bahkan Provinsi Sulawesi Selatan sudah mengajukan permintaan tidak kurang 30 angkatan dari berbagai kabupaten di wilayahnya mengikuti program tersebut.

“Tahun ini Provinsi Sulsel sudah mengajukan permintaan untuk 30 angkatan yang diikuti kabupaten di wilayah tersebut. Kabupaten lain juga akan menyusul dan mereka menghendaki kegiatan dilaksanakan di APKASI,” ucapnya.

Program Professional English Training yang disampaikan trainer Aditya Surya lebih menekankan pada penguasaan dan peningkatan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Menurut Aditya program pelatihan tersebut menekankan pada ant system, yaitu kerjasama atau gotong-royong seperti semut.

“Seperti semut yang bekerjasama dan bergotong-royong. Mereka bertegur sapa setiap kali bertemu. Kita pun harus berani berkomunikasi dalam bahasa Inggris saat bertegur sapa,” kata Aditya.*