Beranda Berita Mendikbud Anggarkan Rp436 miliar untuk Sensus Keamanan Sekolah

Mendikbud Anggarkan Rp436 miliar untuk Sensus Keamanan Sekolah

192
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020). (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyediakan anggaran dana sebesar Rp436 miliar untu sensus keamanan sekolah pada 2020. Keamanan sekolah sangat penting karena untuk memastikan siswa benar-benar aman karena gedung sekolah atau ruang kelas dalam kondisi baik dan layak untuk kegiatan belajar-mengajar.

Anggaran infrastruktur menjadi perhatian Mendikbud karena banyak sekolah rusak karena bencana. Struktur bangunan sekolah dinilai rentan sehingga mengalami kerusakaan saat terjadi bencana.

Mendikbud menjelaskan bila sensus keamanan sekolah merupakan bagian dari tiga aspek selain revitalisasi sekolah dan pembangunan unit. Sedangkan dana infrastruktur yang dianggarkan mencapai Rp843 miliar untuk tahun 2020.

“Untuk sarana prasarana pada tahun ini, kami menganggarkan dana sekitar Rp843 miliar yang terbagi tiga yakni revitalisasi sekolah, pembangunan unit, dan sensus keamanan sekolah,” ujar Nadiem seperti dikutip antaranews.com dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Selasa (25/1/2020).

Baca Juga :   Sistem UNBK Akan Digunakan untuk Ujian Seleksi CPNS

Mendikbud melanjutkan untuk anggaran revitalisasi sekolah sebesar Rp170 miliar, pembangunan unit sekolah Rp237 miliar dan sensus keamanan sekolah sebesar Rp436 miliar.

“Ini terkait dengan bencana yang lalu. Saya kunjungi beberapa sekolah. Yang sudah jelas adalah dengan banyaknya bencana alam pun kerentanan daripada struktur-struktur sekolah. Ini satu hal yang sangat menghawatirkan,” ujar dia.

Menurut Nadiem sensus keamanan sekolah sangat diperlukan untuk melihat kondisi bangunan sekolah. Selama ini data kondisi dan keadaan bangunan sekolah berdasarkan pelaporan dari sekolah sendiri, bukan oleh ahli yang mengerti teknik sipil.

Oleh karena itu, mulai tahun ini Kemendikbud melakukan sensus keamanan bangunan untuk semua gedung SD, SMP, SMA, SMK negeri dan swasta. Ini untuk memastikan keamanan siswa.

Baca Juga :   Peningkatan Kualitas Pendidikan Digelar di Kabupaten Serdang Bedagai

Untuk pelaksanaannya dilakukan oleh perguruan tinggi yang memiliki keahlian atau jurusan teknik sipil, dan bekerja sama dengan PUPR. Sensus menggunakan instrumen bangunan paskabencana dan daerah.

Pada tahun 2020, Kemendikbud juga menganggarkan Rp697 miliar untuk mengadakan laptop dan LCD di 3.876 sekolah di Indonesia. Perangkat tersebut digunakan untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran dan pelaksanaan untuk Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter (berbasis komputer) 2021.*