Beranda Berita ADIRESY Pelatihan Smart Teaching di Kabupaten Batu Bara Diikuti 800 Guru

Pelatihan Smart Teaching di Kabupaten Batu Bara Diikuti 800 Guru

209
0
APKASI menggelar pelatihan Adiresy Smart Teaching dan Joyful Learning bagi guru di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pelatihan diikuti tidak kurang 800 guru PAUD dan SD dilaksanakan pada Senin (20/1/2020) dan Selasa 21 (1/2020). (Foto: Sahabat Guru)

SahabatGuru Smart teaching. Bagaimana guru mengajar secara smart agar suasana di ruang kelas tidak membosankan dan monoton. Guru memang harus kreatif dan inovatif dalam mengajar sehingga anak didik kian betah dan lebih mudah menerima pelajaran.

Hal tersebut yang disampaikan dalam pelatihan Adiresy Smart Teaching dan Joyful Learning bagi guru di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pelatihan yang diikuti tidak kurang 800 guru PAUD dan SD di kabupaten itu dilaksanakan pada Senin (20/1/2020) dan Selasa 21 (1/2020).

Pelatihan bagi guru itu digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN). Selama ini APKASI memberi perhatian pada peningkatan kualitas guru di kabupaten seluruh Indonesia. Pelatihan itu merupakan salah satu bentuk perhatian bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.  

Baca Juga :   Kemendikbud: Calistung Tidak Wajib Bagi Anak PAUD

Kita seharusnya mempersiapkan diri dengan baik untuk mengajar anak didik. Kita harus mengembangkan metode sehingga tidak monoton dalam mengajar

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan mutu pendidikan. Pasalnya guru dilatih untuk mendidik murid secara menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabuoaten Batu Bara, Sumatera Utara Ilyas Sitorus saat memberi sambutan kegiatan pelatihan Adiresy Smart Teaching dan Joyful Learning bagi guru yang dilaksanakan pada Senin (20/1/2020) dan Selasa 21 (1/2020). (Foto: Sahabat Guru)

“Kita seharusnya mempersiapkan diri dengan baik untuk mengajar anak didik. Kita harus mengembangkan metode sehingga tidak monoton dalam mengajar. Kami berterima kasih kepada YPAN karena kegiatan ini merupakan cerminan yang bisa digunakan meningkatkan mutu pendidikan kita,” kata Ilyas Sitorus.

“Kita perlu menjadi guru yang kreatif dan inovatif. Jadi mari kita menggunakan apa yang ada di antara kita dan mulai mencoba menggali kemampuan anak didik kita,” ujarnya.

Baca Juga :   Segera, Dirumuskannya Kebudayaan Indonesia

Dilanjutkan oleh Ilyas, guru memang harus berubah. Perubahan ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas. Bila tidak berubah menjadi lebih baik, maka guru akan makin tertinggal dengan kemajuan zaman.

“Sebagai guru haruslah berubah. Bila tidak berubah, maka guru akan tertinggal dengan kemajuan zaman yang ada,” kata Kadis lagi. *