Beranda Berita Guru PAUD di Sulsel Studi Banding ke Jepang

Guru PAUD di Sulsel Studi Banding ke Jepang

102
0
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Lies F. Nurdin menyatakan kesiapan memberangkatkan guru PAUD untuk studi banding ke Jepang. Pengiriman guru ke Jepang ini sudah menjadi agenda rutin dari Provinsi Sulsel. (Foto: sulselprov.go.id)

SahabatGuruGuru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulawesi Selatan akan melakukan studi banding tentang metode pendidikan dan pengasuhan anak PAUD ke Jepang. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel Lies F. Nurdin menyatakan kesiapan memberangkatkan beberapa guru PAUD untuk studi banding ke Jepang.

Menurut Lies F. Nurdin pihaknya rutin mengirim guru PAUD ke Jepang. Tahun lalu, Lies Nurdin yang juga Bunda PAUD Sulsel itu, menuturkan telah memberangkatkan 28 guru PAUD dari berbagai daerah untuk studi banding ke Jepang. Gelombang pertama pengiriman guru PAUD dilaksanakan pada Juni 2019.

Untuk itu kami akan kembali memberangkatkan para guru PAUD dari setiap daerah di Sulsel untuk belajar seperti apa metode pendidikan dan pembelajaran PAUD di Jepang

Tahun ini, seperti disampaikan Lies Nurdin, satu guru PAUD perwakilan masing-masing daerah akan dipilih untuk belajar di Jepang. Bukan tanpa alasan bila guru studi banding di negara tersebut. Pasalnya, Jepang dinilai sebagai contoh PAUD terbaik di dunia.

Baca Juga :   Gubernur Sulsel: Jabatan Kepala Sekolah Tidak Ditentukan Amplop

“Jepang dengan tradisi pembelajaran yang berkualitas menjadikan PAUD yang ada di sana sebagai contoh terbaik di dunia. Untuk itu kami akan kembali memberangkatkan para guru PAUD dari setiap daerah di Sulsel untuk belajar seperti apa metode pendidikan dan pembelajaran PAUD di Jepang,” kata Lies Nurdin di Pinrang seperti dikutip antaranews.com.

Istri Gubernur Sulsel itu, menjelaskan guru akan mendapat kesempatan menimba ilmu di Jepang. Lies Nurdin berharap metode pendidikan bagi anak usia dini yang diterapkan di “Negara Sakura” itu bisa menjadi acuan dalam menerapkan dan mengembangkan pendidikan PAUD di Sulsel.

Dalam kesempatan itu, Lies menekankan keberadaan PAUD untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan proses penyerapan pengetahuan pada masa emas pertumbuhan anak.

Baca Juga :   Radius Berbahaya 5 KM, Stasus Gunung Anak Krakatau Siaga

“Otak anak bagai spons, menyerap 100 persen apa yang disampaikan, apa yang ada di sekelilingnya. Untuk itu keberadaan PAUD dapat membantu mengarahkan dan menstimulasi perkembangan pengetahuan anak,” ujarnya.*