Beranda Berita Mendikbud: Lompatan Pendidikan Tak Selesai dalam 5 Tahun

Mendikbud: Lompatan Pendidikan Tak Selesai dalam 5 Tahun

31
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam diskusi di Indonesia Millennial Summit di Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). (Foto: antaranews.com)

SahabatGuru – Reformasi dan lompatan bidang pendidikan membutuhkan waktu yang lama. Bahkan reformasi pendidikan tidak mungkin selesai hanya dalam masa lima tahun. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam diskusi di Indonesia Millennial Summit di Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

Menurut Mendikbud pendidikan merupakan salah satu tugas tersulit dengan hampir tidak ada kasus di mana reformasi pendidikan bisa terjadi dalam waktu singkat. Beberapa reformasi yang sukses dijalankan membutuhkan waktu sekitar 10-15 tahun.

Ini yang menjadikan reformasi pendidikan bakal belum selesai saat masa jabatan Nadiem sebagai Mendikbud berakhir. Reformasi pun harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti.

Semua ekspektasi masyarakat terhadap saya tidak akan tercapai dalam lima tahun. Tidak mungkin, mohon maaf

“Saya di sini untuk melakukan lompatan. Dengan semua lompatan itu tentu tidak akan tercapai dalam lima tahun,” kata Mendikbud seperti dikutip antaranews.com.

“Semua ekspektasi masyarakat terhadap saya tidak akan tercapai dalam lima tahun. Tidak mungkin, mohon maaf,” ujarnya lagi.

Baca Juga :   ASN Kabupaten Karangasem Ikuti Professional English Training

Selain itu tantangan yang dia hadapi sebagai kepala dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah sistem pendidikan Indonesia. Bagaimana pemerintah daerah yang sesungguhnya memiliki kendali atas sistem tersebut.

Tidak hanya itu, dalam melakukan kebijakan-kebijakan pendidikan perlu koordinasi dengan berbagai kementerian untuk melakukan berbagai macam langkah. Mendikbud mengakui bila dirinya memasuki suatu arena yang memiliki banyak tantangan dan belum ada bukti bahwa sistem pendidikan tersebut bisa diperbaiki secara keseluruhan.

Untuk itu, Mendikbud meminta agar gerakan reformasi dan lompatan pendidikan tidak hanya merupakan suatu langkah yang dilakukan oleh pemerintah. Gerakan juga harus dilakukan bersama semua golongan masyarakat sebagai pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan.

Baca Juga :   Nadiem: Saatnya Mengerti dan Tidak Sekadar Hafal Pancasila

“Saya selalu bilang ini tidak bisa merupakan gerakan pemerintah. Bisa gagal 100 persen kalau cuma mengandalkan gerakan pemerintah,” ujar Nadiem. *