Beranda Berita ADIRESY 2000 Guru di Lamongan Ikuti Joyful Learning

2000 Guru di Lamongan Ikuti Joyful Learning

33
0
Para guru di Kabupaten Lamongan mengikuti Workshop Joyful Learning yang digelar APKASI. (Foto: sahabat guru)

Berada setengah hari di ruang berbentuk kotak, dengan susunan meja dan kursi yang sama setiap harinya, lama kelamaan akan menjenuhkan siswa. Bagaimana tidak? Rasa bosan dengan setting ruangan yang sama bahkan bisa jadi ditambah dengan pembawaan guru yang “datar-datar saja” (kurang ekspresif ). Ini semua akan memberi efek bermalas-malasan dalam mengikuti proses pembelajaran.

Lantas, bagaimana dengan setting ruangan yang sama setiap harinya namun guru mampu membawa kelas menjadi interaktif dan menyenangkan? Tampaknya, jika suasana kelas menyenangkan siswa bisa betah berlama-lama berada di ruang kelas mendengarkan dan mengikuti pelajaran yang dikemas secara ringan dan mengasyikkan.

Guru sebagai sutradara utama pembelajaran. Peran guru sebagai perancang skenario pembelajaran menyenangkan di dalam kelas sangatlah penting. Sebagai pengemban misi penting dalam tersampaikannya materi secara efektif dan efisien, guru harus melengkapi diri dengan berbagai keterampilan pengelolaan kelas.

Untuk mendukung terwujudnya pembelajaran menyenangkan diperlukan ilmu public speaking sekaligus pengelolaan kelas yang menghadirkan suasana menyenangkan saat pembelajaran. Pelatihan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara memberikan goresan warna baru di dunia pendidikan dalam menciptakan suasana menyenangkan dalam pembelajaran.

Baca Juga :   Ini yang Membuat Wabup Sanggau Apresiasi Siswa SMP Kembayan

Segalanya itu harus didasari dengan penanaman karakter dan akhlak yang mulia. Dari ilmu yang diberikan oleh narasumber pastinya kita akan bisa menerapkan dalam pembelajaran kita

Sejalan dengan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan mutu pendidikan, Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (mitra APKASI) melaksanakan AdiRESy Joyful Learning Workshop yang diikuti 2000 guru TK dan PAUD se Kabupaten Lamongan beberapa waktu lalu. Acara pelatihan ini memberikan berbagai kesan bagi para peserta workshop.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan H. Adi Suwito menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru. Bukan itu saja. Banyak didapat cara mengasyikkan yang membangkitkan sisi kreatif dan inovasi dari guru-guru yang sebelumnya tidak tergali.

Workshop dan pembekalan seperti ini sangat bermanfaat dalam mengembangkan pembelajaran kita secara menarik dan menyenangkan serta profesional. Semoga acara ini sukses dan penuh keberkahan,” ujar Adi Suwito.

Baca Juga :   Maksimal Hanya Empat Tahun, Guru Mengajar di Satu Tempat

Pada kesempatan workshop yang menghadirkan narasumber Aji Syafa, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Lamongan itu juga menyampaikan apresiasi kepada APKASI-YPAN.

“Apresiasi kami sampaikan pada APKASI, Dinas Pendidikan dan semua pihak yang telah menyelenggarakan acara ini,” kata Adi Suwito.

Mewujudkan Kabupaten Layak Anak

Guru bukan hanya sekadar pengajar yang mengajarkan ilmu pengetahuan baru bagi peserta didik. Namun lebih dari itu. Seorang guru diharapkan mampu menjadi agent of change. Menurut Adi Suwito guru TK dan PAUD itu harus selalu bahagia, apa pun keadaannya. Karena guru TK dan PAUD merupakan pahlawan bagi kehidupan dan karakter anak-anak usia dini untuk menjadi generasi-generasi emas yang akan datang.

Trainer Aji Syafa saat memberikan materi pelatihan di Workshop Joyful Learning bagi para guru di Kabupaten Lamongan beberapa waktu lalu. (Foto: sahabat guru)

“Segalanya itu harus didasari dengan penanaman karakter dan akhlak yang mulia. Dari ilmu yang diberikan oleh narasumber pastinya kita akan bisa menerapkan dalam pembelajaran kita. Kuncinya adalah memperhatikan dengan baik dan bersungguh-sungguh saat workshop,” kata Kadis Pendidikan Lamongan.

Baca Juga :   Bupati Batubara Harap Kualitas Para Pendidik Ditingkatkan

Adi Suwito mengungkapkan pula proses pembelajaran juga haruslah layak untuk anak-anak. Sebab, dengan cara pembelajaran seperti inilah dapat membuktikan bahwa Lamongan benar-benar menjadi Kabupaten Layak Anak.

Metode Hebat dan Aplikatif

Sebanyak 2000 guru TK dan PAUD di Lamongan mendapatkan pelatihan yang dilabeli keren ini. Tentunya, pelatihan ini menghadirkan berbagai kesan di hati para peserta.

“Metodenya hebat. Pas dan aplikatif. Puas…puas…puas!” ujar Uswatun Chasanah, Guru PAUD Aisyiyah, Surabayan, Sukodadi, Lamongan. Itulah yang dirasakan guru PAUD Aisyiyah yang mengaku senang bisa mengikuti workshop kerjasama APKASI-YPAN.

Bagi Yuniati, guru PAUD Mardi Utomo, Karanggeneng, kegiatan Workshop Peningkatan Mutu Pembelajaran Kreatif dan Inovatif metode pembelajaran Adiresy tidak membosankan dan cocok baginya.

“Materinya tidak membosankan dan cocok bagi guru seperti saya,” kata Yuniati.

Bahkan Suciningwati, guru PAUD Aisyiyah 8, Babat, mengatakan kebahagiaan juga dirasakan guru-guru lainnya. “Saya minta semua guru di Lamongan mendapatkan pelatihan seperti ini,” ujar Suciningati.

Sementara, Mohammad Lutfi Aziz, guru PAUD KB Melati II Sidorejo, mengaku senang bisa mengikuti workshop. Dia juga mengatakan metode pembelajaran Adiresy sangat bermanfaat.

“Pelatihan ini bermanfaat dan menyenangkan,” kata Lutfi. Arsi Dwiyani