Beranda Berita Pembuatan Cetak Biru Pendidikan Harus Libatkan Banyak Pihak

Pembuatan Cetak Biru Pendidikan Harus Libatkan Banyak Pihak

48
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta Pemda memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik dalam situasi bencana banjir. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim merencanakan membuat cetak biru pendidikan. Menanggapi rencana Mendikbud, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan pembuatan cetak biru pendidikan harus melibatkan banyak pihak.

Menurutnya cetak biru pendidikan seharusnya tidak hanya milik Kemendikbud. Ini yang menjadikan cetak biru itu sebaiknya disusun secara bersama.

“Cetak biru pendidikan ini nantinya bukan hanya milik Kemendikbud, tapi milik semua pihak. Oleh karena itu perlu disusun secara bersama-sama,” ujar Ubaid seperti dikutip antaranews.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jangan sampai seperti kebijakan sebelumnya, yang tidak melibatkan pihak terkait. Akibatnya banyak protes dari pihak lainnya

Ubaid menyarankan agar penyusunan cetak biru pendidikan juga melibatkan pemerintah daerah, masyarakat sipil, organisasi profesi, dan pihak yang terkait.

Baca Juga :   2023, Tidak Ada Lagi Guru Honorer 

Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Qudrat Nugraha menegaskan hal yang serupa. Hal itu dikarenakan cetak biru tidak hanya membicarakan nasib pendidikan beberapa tahun ke depan, melainkan beberapa puluh tahun ke depan.

“Jangan sampai seperti kebijakan sebelumnya, yang tidak melibatkan pihak terkait. Akibatnya banyak protes dari pihak lainnya,” kata Qudrat.

Selain permasalahan cetak biru pendidikan, Qudrat juga menyoroti belum adanya wakil menteri pendidikan dan kebudayaan. Padahal jika dibandingkan kementerian lainnya, Kemendikbud memiliki pegawai yang lebih banyak. Begitu juga jumlah murid yang ditanganinya.

“Sampai saat ini, belum ada wakil menteri dan juga tidak ada komisi pendidikan di tingkat nasional,” sebut dia.

Baca Juga :   100 Ribu Guru Baru Bakal Diangkat

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta waktu enam bulan untuk membuat cetak biru pendidikan. Selama ini, Indonesia belum memiliki cetak biru pendidikan yang berdampak pada program pendidikan yang jalan sendiri-sendiri.*