Beranda Berita Kemendikbud Lakukan Pendataan Sekolah Terdampak Banjir

Kemendikbud Lakukan Pendataan Sekolah Terdampak Banjir

172
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan pihaknya akan melakukan pendataan untuk pemberian tunjangan khusus bagi para guru terdampak banjir yang diberikan selama tiga bulan. (Foto: republika.co.id)

SahabatGuru – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim akan melakukan peninjauan dan pendataan sekolah yang terkena dampak banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya bencana banjir pada awal tahun 2020 menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum termasuk sekolah.

Saat ini, Nadiem menyampaikan, tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak banjir dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pendataan sekolah terdampak banjir. Sekolah yang didata dan dilakukan peninjauan berada di wilayah Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, serta Kabupaten Bekasi, Bogor, Lebak, dan Bandung Barat.

“Selain sekolah, tim juga melakukan pendataan siswa, guru, dan tenaga kependidikan terdampak bencana banjir,” kata Nadiem Anwar Makarim seperti dikutip dari laman kementerian di Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Baca Juga :   Kejuaraan Renang Antarsekolah, Wadahi Siswa Yang Tekuni Ekstrakurikuler Renang

Kemendikbud juga sedang melakukan pendataan untuk pemberian tunjangan khusus bagi para guru terdampak banjir yang akan diberikan selama tiga bulan

Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikbud mencatat (per 3 Januari 2020) terdapat 290 sekolah terdampak banjir di wilayah DKI Jakarta, yaitu 201 terendam banjir, sedangkan 89 sekolah mengalami gangguan pada akses menuju sekolah. Seknas SPAB juga melaporkan 8.420 siswa di DKI Jakarta terdampak banjir.

Sementara itu, dari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dilaporkan 12 sekolah mengalami kerusakan akibat banjir. Selain itu, 20 guru dan tenaga kependidikan terdampak banjir bandang yang merendam rumah mereka.

“Tim dari Direktorat Pembinaan SMP dan LPMP Banten sudah turun ke lapangan memberikan bantuan awal,” ujar Mendikbud.

Baca Juga :   Mendikbud Kembali Tegaskan Sekolah di Zona Hijau Kedepankan Protokol Kesehatan

Mendikbud mengatakan bahwa saat ini direktorat teknis terkait sedang menyiapkan bantuan berupa tenda sekolah darurat, perlengkapan sekolah, alat permainan edukatif (APE), laptop untuk pembelajaran, serta buku-buku cerita. Kemudian juga disiapkan bantuan berupa layanan psikososial bekerja sama dengan beberapa lembaga.

“Kemendikbud juga sedang melakukan pendataan untuk pemberian tunjangan khusus bagi para guru terdampak banjir yang akan diberikan selama tiga bulan,” tuturnya.

“Tunjangan profesi bagi guru terdampak banjir juga tetap akan dibayarkan,” kata dia.

Terkait rehabilitasi sekolah terdampak banjir, Mendikbud menyatakan akan melakukan koordinasi dan pengkajian terlebih dahulu dengan melibatkan Pemda, BNPB, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.*