Beranda Berita PAUD Bukan Soal Anak Cepat Berhitung atau Membaca

PAUD Bukan Soal Anak Cepat Berhitung atau Membaca

45
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan PAUD merupakan tempat membentuk karakter anak usia dini. PAUD tidak mengajarkan anak cepat membaca atau berhitung. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kemitraan antara lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan orang tua maupun masyarakat harus terjalin baik dalam menerapkan pendidikan karakter bagi anak usia dini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menuturkan bila kemitraan terjalin dengan baik anak usia dini tidak terjebak dengan target kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Menurutnya konsep pendidikan usia dini adalah mengenalkan kepada anak-anak bagaimana belajar sambil bermain.

“Ini merupakan sesuatu hal, yaitu apa itu konsep bermain dan belajar. Itulah yang sebenarnya membentuk karakter anak usia dini,” kata Mendikbud seperti dikutip dari laman Kemendikbud.  

“Bagaimana mereka berkolaborasi, bagaimana cara menemukan kreativitas, kemudian menjadi cinta sekolah dan cinta belajar. Jadi yang penting bukan soal cepat berhitung, cepat menulis, atau cepat membaca. Bukan! Itu bukan yang terpenting,” ujar Mendikbud usai kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2019 di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Baca Juga :   Digelar, Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi

Jadi kalau kita sudah biasakan karakter itu sejak usia dini, belajar di sekolah jadi lebih mudah. Ini koneksi harus segera kita sebarkan

Ia menuturkan, hal terpenting yang harus dicapai dalam pendidikan anak usia dini adalah kesenangan mereka berpartisipasi di dalam aktivitas sekolah. Misalnya, bagaimana berinteraksi atau bermain bersama murid lain di sekolah, atau bagaimana bersikap saat berhadapan dengan orang tua atau orang dewasa. Menurut Mendikbud, kemampuan beradaptasi dan berinteraksi dengan orang lain menjadi hal penting bagi anak usia dini karena ia akan menghadapi jenjang pendidikan berikutnya, yaitu sekolah dasar (SD).

“Karena pada saat pindah ke SD, dia memulai pembelajaran baru yang sifatnya lebih kognitif dan akademis. Tapi kalau pendidikan karakter dia, atau behaviour atau perilaku dia belum disiplin, belum bisa beradaptasi dengan teman-teman di kelasnya maupun berinteraksi dengan orang dewasa, dia akan kesulitan belajar,” kata Nadiem.

Baca Juga :   Salah-kaprah, PAUD Bukan Tempat Calistung

“Jadi kalau kita sudah biasakan karakter itu sejak usia dini, belajar di sekolah jadi lebih mudah. Ini koneksi harus segera kita sebarkan,” ujarnya.

Terkait pelajaran calistung pada anak usia dini, Mendikbud meminta semua pihak untuk memahami konsep atau filosofi bermain dan belajar di lembaga PAUD. Menurutnya tidak masalah jika ada anak usia dini yang sudah siap dan ingin belajar calistung. Tapi jangan sampai hal tersebut menjadi fokus utama di lembaga-lembaga PAUD hanya karena ingin mengejar kemampuan calistung anak sebelum masuk jenjang SD.

“Semua anak itu berbeda. Ada anak yang sudah siap dan ingin maju, tapi ada juga anak yang belum siap,” katanya.

Baca Juga :   PAUD dan Pendidikan Karakter

Hingga saat ini, pengembangan pendidikan anak usia dini terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan orang tua, keluarga, dan masyarakat yang memerlukan perluasan akses dan peningkatan mutu layanan PAUD yang berkualitas. Karena itulah sejak tahun 2015, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencanangkan Gerakan Nasional PAUD Berkualitas, yang diluncurkan pada 19 Maret 2015.