Beranda Berita APKASI Pemkab Sergai dan APKASI Gelar Peningkatan Mutu Pendidikan

Pemkab Sergai dan APKASI Gelar Peningkatan Mutu Pendidikan

43
0
Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI, Himmatul Hasanah (keempat dari kiri) melakukan audiensi terkait program Peningkatan Mutu Pendidikan di hadapan Bupati Serdang Bedagai Soekirman, Selasa (29/10/2019). (Foto: Sahabat Guru)

SahabatGuru – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) akan menggelar workshop Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Workshop atau program pelatihan dengan metode Smart Teaching diharapkan bisa meningkatkan kualitas para pendidik di Sergai.

Menurut Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI, Himmatul Hasanah, program tersebut merupakan upaya dan perjuangan di bidang pendidikan. APKASI berfokus pada hal terkait kualitas pendidikan di level internasional yaitu program Peningkatan Mutu Pendidikan (guru).

“Metode Smart Teaching bagaimana mengajar itu lebih menyenangkan. Pada bidang studi Matematika dan Bahasa khususnya Bahasa Inggris. Khusus Bahasa Inggris menjadi salah satu syarat penting dalam persaingan global,” kata Himmatul saat melakukan sosialisasi dan audiensi program unggulan APKASI Bidang Pendidikan (Matematika dan Bahasa Inggris) di Ruang Audiensi Bupati dan Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, Selasa (29/10/2019).

Hal ini menjadi bahan kajian di APKASI bersama para bupati seluruh Indonesia. Pendidikan harus dilihat secara holistik. Mulai dari ketersediaan bangunan sekolah, sarana dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar

Turut hadir dalam acara sosialisasi dan audiensi itu Bupati Sergai Soekirman, Wakil Bupati Darma Wijaya, Asisten Ekbangsos Kaharuddin, Kadis Pendidikan Joni Walker Manik, beserta jajaran, Kadis Kominfo Akmal, Kepala BKD Dimas Kurnianto dan juga para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan se-Sergai.

Baca Juga :   Pemerintah Bekerja Keras Penuhi Hak Guru
APKASI melakukan audiensi terkait program Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (29/10/2019). (Foto: Sahabat Guru)

Himmatul menyampaikan bahwa APKASI yang beranggotakan 416 kabupaten, memiliki visi dan misi sekaligus strategis terciptanya pemerataan yang nyata, pembangunan berkelanjutan dan terciptanya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurut dia upaya meningkatkan kualitas pendidikan di level internasional merupakan target dari APKASI.

Disampaikan juga oleh Himmatul bila APKASI memberi perhatian permasalahan kondisi tenaga pengajar khususnya guru honorer dan kekurangan guru yang masif. Problem itu masih belum teratasi secara signifikan. Pasalnya saat ini terdapat sekitar 60% guru honorer. Bila tidak segera diatasi, guru honorer belum mendapatkan penghargaan dan penghasilan yang sesuai dengan pengabdiannya.

“Hal ini menjadi bahan kajian di APKASI bersama para bupati seluruh Indonesia. Pendidikan harus dilihat secara holistik. Mulai dari ketersediaan bangunan sekolah, sarana dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar,” katanya.

Baca Juga :   Sistem Zonasi Bisa Tingkatkan Target Wajib Belajar 12 Tahun

Bupati Sergai Soekirman menunjukkan apresiasi atas perhatian dan rencana solusi bagi para guru honorer. Menurut bupati permasalahan guru honorer menyangkut tiga hal yaitu kompetensi, distribusi dan renumerasi.

Terkait kompetensi, lanjut Bupati, SDM menjadi kunci penting memenangkan persaingan global. Tenaga profesional dalam negeri bersaing dengan tenaga kerja asing dan menimbulkan persaingan ekonomi yang ketat. Kondisi ini menyebabkan adanya urgensi terhadap kemampuan bahasa Inggris.

“Di Asia, tingkat kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih di bawah Malaysia dan India yang berada di level tinggi, lalu diikuti Korea Selatan, Vietnam, Jepang dan Taiwan,” kata bupati.

“Hal tersebut menunjukkan perlu adanya kesadaran dari masyarakat Indonesia khususnya guru untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, yang disertai dukungan dari berbagai pelaku sektor pendidikan, baik dari sektor formal maupun informal,” tuturnya.

Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI, Himmatul Hasanah (kedua dari kanan) melakukan audiensi terkait program Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (29/10/2019). (Foto: Sahabat Guru)

Permasalahan berikutnya adalah kurang merata distribusi tenaga pendidik, khususnya tenaga honorer. Menurut Soekirman dari total 5.905 ASN Kabupaten Sergai, 4.000 orang di antaranya tenaga fungsional (tenaga pendidik dan kependidikan). Sedangkan tenaga kontrak ada 1.530. Dari jumlah tersebut masih terdapat beberapa wilayah yang kekurangan guru khususnya mata pelajaran Matematika dan bahasa Inggris.

Baca Juga :   Di Dompu, Guru Dapat Ilmu Baru Dari Peningkatan Mutu Pendidikan

“Terakhir adalah renumerasi atau penghargaan terhadap jasa yang setimpal atas pengabdian dan kerja keras para guru honorer. Jika ketiga hal itu dapat kita penuhi, otomatis tingkat kesejahteraan guru honorer akan meningkat dan tidak terlalu bergantung kepada pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PNS,” ujar Bupati Soekirman.

Sementara Wabup Sergai Darma Wijaya mengutarakan bila mutu pendidikan harus ditingkatkan. Para pendidik seharusnya menghindari dan menghilangkan pola pikir mencari keuntungan pribadi dan mengabaikan pengabdian sebagai tenaga pendidik.

“Untuk memperbaiki hal tersebut, kita harus mencari akar masalah dari problematika pendidikan sehingga nantinya setelah hal yang tidak baik akan diperbaiki, yang buruk ditinggalkan serta mari menyatukan tujuan bersama untuk masyarakat yang cerdas dan sejahtera,” ujar Wabup.

Program pelatihan di Sergai sendiri rencananya dilaksanakan pada Senin, 18 November 2019. Materi yang disampaikan Joyful Learning untuk guru PAUD/TK, selanjutnya Smart Matematika dan Smart Teaching untuk guru SD dan SMP.