Beranda Berita Mendikbud Imbau Orang Tua dan Sekolah Pastikan Siswa Tidak Ikut Unjuk Rasa

Mendikbud Imbau Orang Tua dan Sekolah Pastikan Siswa Tidak Ikut Unjuk Rasa

45
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjenguk beberapa siswa yang menjadi korban dalam unjuk rasa berujung rusuh pada 25 September 2019 di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Jakarta. (Foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjenguk beberapa siswa yang menjadi korban dalam unjuk rasa berujung rusuh pada 25 September 2019. Para siswa yang menjadi korban unjuk rasa menjalani perawatan di di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud kembali mengingatkan agar sekolah meningkatkan kerja sama dengan para orang tua. Ini untuk memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak. Muhadjir menegaskan siswa sekolah tidak boleh mengikuti aksi unjuk rasa.

“Siswa itu masih tanggung jawab guru dan orang tua, karena menurut Undang-Undang statusnya masih sebagai warga negara yang dilindungi. Belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri,” kata Mendikbud di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Baca Juga :   Menggembirakan, Angka Putus Sekolah Dasar Alami Penurunan

“Baik guru, kepala sekolah, dan orang tua harus memastikan anak-anaknya tidak ikut unjuk raja. Jangan sampai orang tua tidak tahu anaknya mengikuti aksi unjuk rasa. Bagi yang statusnya pelajar atau siswa tidak boleh ikut unjuk rasa. Apalagi kalau sampai diprovokosi, saya akan tuntut,” ujar Muhadjir.

Mendikbud sendiri mempercepat kunjungan kerjanya di Meksiko. Begitu tiba di Jakarta, Mendikbud mengunjungi beberapa korban usai unjuk rasa di depan gedung parlemen yang berujung rusuh. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini bertemu dengan AB siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 242 Jakarta dan MFA siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yapimda Jakarta yang menjadi korban luka.

Baca Juga :   Jawa Timur Juara Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP

Mendikbud ingin menggali lebih dalam niat para siswa mengikuti unjuk rasa tersebut. AB mengaku hanya ikut-ikutan karena ingin melihat unjuk rasa. Ia mengaku diajak oleh teman seusianya yang tidak bersekolah. Saat ditanya apa alasannya, ia mengaku tidak begitu memahami substansi yang dituntut oleh massa.

Sementara itu, MFA mengaku bahwa dia dan beberapa temannya mengikuti unjuk rasa karena adanya ajakan di media sosial Instagram (IG), yang mengajak untuk datang ke gedung parlemen dalam rangka deklarasi pelajar se-Jabodetabek. MFA mengatakan ia dan teman-temannya berangkat ke DPR tanpa seizin dari guru dan orang tua.

Muhadjir berpesan kepada orang tua kedua siswa tersebut agar memastikan anak-anaknya tidak mudah terhasut ajakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan. Para siswa juga diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan ajakan yang berpotensi membahayakan keselamatan diri.

Baca Juga :   Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini