Beranda Berita Festival Kopi Lombok Utara, Kisah Kopi dengan Kualitas Terbaik

Festival Kopi Lombok Utara, Kisah Kopi dengan Kualitas Terbaik

50
0
Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan Festival Kppi bertajuk Ngopi Senja, Agustus lalu. Festival itu menjadi salah satu sarana mempromosikan kopi Lombok Utara yang memiliki kualitas terbaik. (Foto: istimewa)

SahabatGuru – Lombok Utara ternyata memiliki kopi dengan cita rasa yang tinggi. Kopi Lombok Utara memberi kenikmatan tersendiri yang tidak kalah dengan daerah-daerah lain di Nusantara yang terkenal dengan kopinya seperti Aceh, Medan, Bali, Jawa dan masih banyak lagi.

Kopi Lompok Utara pun kian menunjukkan bila Indonesia merupakan penghasil kopi terbaik di dunia. Dan, sudah saatnya potensi kopi dari wilayah tersebut bisa dikenal luas di seluruh penjuru Nusantara.

Festival Kopi Lombok Utara bertajuk Ngopi Senja menjadi salah satu kegiatan dan sarana mempromosikan kopi dari daerah tersebut. Festival itu diselenggarakan di Amarsvati Luxury Resort, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Jumat (9/8/2019) lalu.

Kita jangan berpikir bahwa KLU menyimpan kekayaan luar biasa berupa kopi. Seorang pengusaha kopi pernah bercerita kalau kopi dengan kualitas terbaik itu ada di Lombok Utara. Ini karena diproses secara tradisional, yaitu ditumbuk saja

Festival menghadirkan unsur BNPB Ir. H. R. Hutomo, unsur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB Anas Mudjitahid, CEO Rumah Kopi Nusa Tara H. Abdul Rochim. Acara juga tersebut dihadiri Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto, perwakilan Kepala OPD, Unsur TNI/Polri, petani kopi, pelaku usaha kopi serta pegiat pariwisata.

Baca Juga :   Mitigasi Bencana Masuk Pendidikan Karakter, Ini Penjelasan Mendikbud

Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk mengenalkan potensi Kopi Lombok Utara di pentas regional maupun nasional. Dalam sambutannya, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyampaikan kegiatan tersebut merupakan upaya membangun keunggulan yang ada di KLU dari berbagai perspektif yang memiliki prospek. Dan, kopi memiliki prospek yang mampu  memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kita jangan berpikir bahwa KLU menyimpan kekayaan luar biasa berupa kopi. Seorang pengusaha kopi pernah bercerita kalau kopi dengan kualitas terbaik itu ada di Lombok Utara. Ini karena diproses secara tradisional, yaitu ditumbuk saja,” kata Bupati.  

“Pernah juga ada tamu dari Kanada yang datang dengan membawa contoh kopi dari seluruh Indonesia. Setelah melihat kopi Lombok Utara, tamu tersebut menyampaikan bahwa kopi yang didapatkan di Lombok Utara adalah kopi dengan kualitas terbaik,” tuturnya.

Baca Juga :   Kabupaten Malang Kekurangan 7000 Guru

Najmul menjelaskan kopi di KLU perlu dikembangkan dengan serius. Pasalnya setiap penyelenggaraan Festival Kopi selalu ramai dikunjungi para penikmat. Ini menunjukkan kopi merupakan komoditas.

Tarian Selamat Datang pada Festival Kopi Lombok Utara yang diselenggarakan Pemerintah Kabuoaten Lombok Utara. (Foto: istimewa)

“Banyak yang menjadikan kopi bukan hanya sebagai minuman saja tetapi sebagai gaya hidup. Hidup tidak lengkap jika tidak ada kopi. Hidup akan berkualitas jika diikuti usaha yang sungguh-sungguh. Ini seperti proses kopi yang akhirnya menjadi salah satu minuman mahal. Jadi, saya meminta festival kopi ini bisa berjalan setiap tahun,” ujarnya.

Wadah Silaturahmi

Festival itu sendiri diselenggarakan DKPP bersama Bagian Perekonomian Setda KLU.  Ketua Panitia pelaksana yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda KLU Moch. Wahyu Darmawan menyampaikan festival kopi sebagai wadah silaturahmi antara pelaku usaha kopi, petani kopi, dan gerai kopi hotel maupun restoran yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Baca Juga :   Tak Puas dengan Sistem Zonasi? Wajar

Ia mengatakan, pelaksanaan festival kopi Lombok Utara terdiri dari beberapa kegiatan acara seperti seminar kerja sama dan kewirausahaan yang diikuti 50 orang peserta dari unsur petani dan pengelola kopi, praktisi, akademisi, penyuluh pertanian maupun swasta.

“Ada pula demontrasi kopi oleh pengelola kopi, penilaian cita rasa kopi, dan juga talkshow bertajuk Mewujudkan Kopi Lombok Utara yang Berkualitas dan Petani Sejahtera,” katanya.

Sementara, CEO Rumah Kopi Nusa Tara Abdul Rochim mengatakan bila KLU pernah mencapai produksi 700 ton dalam waktu setahun. Ini merupakan produsi terbesar dari KLU.

Tak hanya itu, kebutuhan kopi KLU mengalami kenaikan 8 persen. Dalam satu bulan konsumen menghabiskan 1,5 juta cup. Dan itu didasarkan pemesanan melalui aplikasi Go Food. Belum yang lainnya. Ini menunjukkan bila kopi merupakan komoditas yang tinggi di KLU.