Beranda Berita Sekolah Digital Untuk Pendidikan Daerah 3T

Sekolah Digital Untuk Pendidikan Daerah 3T

90
0
Mendikbud Muhadjir Effendy tegaskan komitmen sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan mendapat perluasan akses pendidikan melalui digitalisasi sekolah. (Foto: kemendikbud.go.id)

SahabatGuru – Sekolah yang terletak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan mendapat perluasan akses pendidikan melalui digitalisasi sekolah.Penyediaan sarana pembelajaran digital bagi sekolah didukung oleh program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Tahun 2019.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan komitmen dalam perluasan akses pendidikan bagi sekolah di daerah 3T. Pasalnya digitalisasi sekolah melalui Program Sekolah Digital merupakan jawaban terhadap tantangan revolusi industri 4.0. Sasaran utama program ini adalah sekolah-sekolah di daerah 3T, namun secara umum program ini juga menyentuh satuan pendidikan di daerah selain 3T.

“Tahun depan kalau bisa diperbanyak, bisa 10 kali lipat tahun depan. Kami ambilkan dana bukan hanya dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Dengan demikian digitalisasi sekolah bisa berjalan secepat mungkin,” ujar Mendikbud.

Baca Juga :   Genjot Profesionalitas, Pemkab Serang Berikan Insentif Pada Guru Honorer

Penyediaan sarana pembelajaran di sekolah berupa PC server, tablet, laptop, LCD, router, dan eksternal harddisk akan dilakukan dengan dukungan program BOS Afirmasi dan BOS Kinerja.

Gurunya kita latih, tapi ini kan sangat terbuka. Ini yang kita wajibkan mereka untuk mengakses “Rumah Belajar”, tetapi bila ada yang ingin berlangganan dengan platform-platform digital yang berbayar silakan, asal tidak melanggar aturan saja

BOS Afirmasi ditujukan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah 3T, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara BOS Kinerja ditujukan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang dinilai berkinerja baik dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

Sebanyak 30.227 sekolah menjadi sasaran penerima BOS Afirmasi, dan sebanyak 1.060.253 siswa akan menerima tablet. Sarana tersebut juga diharapkan dapat difungsikan untuk mengakses Rumah Belajar, baik secara daring maupun luring.  

Baca Juga :   Apkasi Sosialisasi Program Smart Teaching di Tubaba

“Gurunya kita latih, tapi ini kan sangat terbuka. Ini yang kita wajibkan mereka untuk mengakses “Rumah Belajar”, tetapi bila ada yang ingin berlangganan dengan platform-platform digital yang berbayar silakan, asal tidak melanggar aturan saja,” kata Muhadjir.

Untuk memastikan ketersediaan jaringan internet di daerah 3T, Kemendikbud pun sudah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kemenkominfo dengan program Palapa Ring telah berkomitmen untuk memprioritaskan pelayanan di bidang pendidikan.

“Sudah ada komitmen dengan Kemendikbud bahwa nanti yang akan diprioritaskan adalah sekolah, kemudian baru puskesmas, setelah itu baru administratif desa,” tuturnya.