Beranda Berita Mendikbud: Penggunaan DAK Fisik Harus Tepat Sasaran

Mendikbud: Penggunaan DAK Fisik Harus Tepat Sasaran

69
0
Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan untuk menngkatkan kualitas SDM, kualitas guru juga harus ditingkatkan. (Foto: kemendikbud.go.id)

SahabatGuru – Pembangunan fisik untuk pendidikan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) harus tepat sasaran dan tepat sasaran. Pembangunan atau renovasi gedung sekolah, misalnya, benar-benar diperuntukkan sekolah yang tidak layak menjadi layak untuk tempat belajar dan mengajar.   

Hal tersebut menjadi perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Harmonisasi Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2020, di Jakarta, Senin (5/8/2019). Menurut Mendikbud penggunaan DAK fisik tahun anggaran 2020 agar tepat guna dan tepat sasaran.

“DAK fisik agar tepat sasaran. Jangan sampai sekolah yang mendapat bantuan justru sudah bagus atau sekolah yang agak bagus menjadi bagus. Bantuan untuk sekolah yang sangat jelek dan kemudian dibikin menjadi sangat bagus,” kata Menteri Muhadjir.

Baca Juga :   Pendidikan Antikorupsi Diberikan Lewat Permainan Peran

Jadi dana harus fokus, jangan diecer. Misalnya fokus pada satu sekolah yang membutuhkan. Bisa dimulai dengan membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling jelek, menjadi bagus

Penggunaan dana, ditegaskan Mendikbud Muhadjir, harus berkesinambungan bagi satuan pendidikan yang membutuhkan. Bila fokus pada satu sekolah, maka penggunaan DAK bisa dimaksimalkan untuk menjadikan gedung sekolah itu menjadi bagus.

“Jadi dana harus fokus, jangan diecer. Misalnya fokus pada satu sekolah yang membutuhkan. Bisa dimulai dengan membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling jelek, menjadi bagus,” ujar Mendikbud.

Ditambahkan Menteri Muhadjir, dana afirmasi DAK turut dialokasikan untuk mendukung digitalisasi sekolah di wilayah pinggiran. Upaya ini, menurut Muhadjir,  bertujuan memperkaya materi belajar siswa melalui portal Rumah Belajar Kemendikbud.

Baca Juga :   Menteri KLH: Sekolah Sangat Peduli Lingkungan Hidup

“Ada hampir 50.000 sekolah SD hingga SMA/SMK yang akan digitalisasi proses belajar mengajarnya di tahun 2019. Digitalisasi sekolah terutama sekolah pinggiran, sehingga dapat mengakses dengan baik platform Rumah Belajar. Implikasinya, pelatihan guru untuk bisa mengajar siswa yang berbasis daring,” jelas Menteri Muhadjir.

Sementara itu, Didik Suhardi, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud menjelaskan rapat koordinasi Kemendikbud dengan Pemerintah daerah (Pemda) adalah untuk menyiapkan pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020.

Untuk itu, perlu melakukan sinkronisasi dan harmonisasi usulan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2020. Sesjen Didik mengungkapkan masih terdapat program nasional yang merupakan program strategis tetapi belum bisa dikerjakan oleh Pemda.

“Oleh karena itu, program-program nasional dan strategis diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang diwujudkan melalui dana transfer daerah, dalam hal ini melalui DAK,” ujar Didik.

Baca Juga :   Aturan Guru Honorer Segera Dituntaskan