Beranda Berita Atasi Kekurangan Guru, Masa Pengabdian Guru Diperpanjang

Atasi Kekurangan Guru, Masa Pengabdian Guru Diperpanjang

133
0

SahabatGuru – Masa pensiun guru tidak diperpanjang. Namun masa pengabdian guru yang pensiun bisa diperpanjang. Rencana memperpanjang masa pengabdian guru yang memasuki pensiun setidaknya bisa mengatasi kekurangan guru.

Rencana tersebut sesungguhnya sudah digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk mengatasi problem kekurangan guru. Ini menjadi solusi pendek karena pemerintah akan kembali melakukan perekrutan melalui Calon Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Mendikbud usulan tersebut bisa menjadi solusi karena masih banyak guru yang tetap segar-bugar meski memasuki usia pensiun yaitu 60 tahun. Ini dilakukan sambil menunggu pengangkatan ASN yang tetap. Menteri juga kembali menegaskan agar tidak ada lagi pengangkatan guru honorer.

Baca Juga :   Festival Literasi Sekolah Kembali Diselenggarakan

Sekolah tidak boleh lagi mengangkat guru honorer, karena pemerintah saat ini fokus menyelesaikan masalah honorer yang ada. Kalau masih ada pengangkatan, maka masalah tidak akan selesai. Bila masih ada yang nekat, kami akan menjatuhkan sanksi

“Guru pensiun saat berusia 60 tahun. Kalau kondisinya masih segar-bugar, tentu mereka masih bisa mengajar sampai lima tahun dan mendapat kesempatan sampai tahun 2024. Namun kami juga akan menuntaskan masalah guru honorer,” kata Mendikbud.

Mendikbud menuturkan usulan tersebut tidak bermaksud memperpanjang masa pensiun guru. Pasalnya ada yang beranggapan usulan itu menjadikan usia pensiun guru tidak lagi 60 tahun.

“Bukan memperpanjang usia pensiunnya, tetapi guru yang mau pensiun diminta untuk memperpanjang pengabdiannya. Usia pensiunnya tetap hingga 60 tahun,” kata Muhadjir.

Baca Juga :   Stop Angkat Guru Honorer, Berdayakan Pensiunan

Mendikbud menambahkan para guru itu diminta untuk tetap mengajar, hingga ada guru PNS yang menggantikan dirinya. Kalau ternyata di sekolah itu tidak membutuhkan, maka tidak perlu memperpanjang masa pengabdiannya. Hal tersebut dilakukan agar sekolah tidak lagi mengangkat guru honorer.

“Sekolah tidak boleh lagi mengangkat guru honorer, karena pemerintah saat ini fokus menyelesaikan masalah honorer yang ada. Kalau masih ada pengangkatan, maka masalah tidak akan selesai. Bila masih ada yang nekat, kami akan menjatuhkan sanksi,” kata dia.

Mengenai gaji guru yang meneruskan pengabdiannya akan diserahkan kepada pihak sekolah. Mereka berstatus kontrak, namun statusnya berbeda dengan PPPK.

Kemendikbud mencatat puncak pensiun para guru secara masif terjadi pada 2022. Sebanyak 86.650 guru akan pensiun secara bersamaan. Sedangkan rencana perekrutan dilakukan secara bertahap. Dengan demikian pada tahun 2024 dapat menuntaskan sekitar 700.000 lebih guru yang sekarang masih berstatus honorer.

Baca Juga :   Bupati Sumbawa Barat: Bantuan Kemendikbud Untuk Sarana Prasarana Pendidikan