Beranda Berita Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas Pendidikan

66
0

SahabatGuru – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah diterapkan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Hanya sistem itu memang berlaku untuk sekolah negeri. Namun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sekolah swasta tidak menerapkan sistem zonasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan setelah pemberlakukan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru, langkah selanjutnya adalah rotasi guru. Kebijakan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini dan berlaku menyeluruh di semua daerah di Indonesia. Menurut Mendikbud zonasi dan rotasi guru dimaksudkan adanya pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

Menurut Muhadjir seperti dikutip kompas.com, setelah pemberlakukan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), langkah selanjutnya adalah rotasi guru. Kebijakan tersebut akan dilakukan mulai tahun ini dan berlaku menyeluruh di semua daerah di Indonesia.

Baca Juga :   Zonasi PPDB 2019 DIY Dievaluasi, Ini Alasannya

“Setelah ini akan ada kebijakan-kebijakan susulan sejalan dengan zonasi. Salah satunya adalah rotasi guru,” kata Muhadjir.

Sistem zonasi dalam PPDB dan rotasi guru merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk pemerataan pendidikan. Pemerintah daerah diharapkan bisa segera merespons kebijakan tersebut.

“Kami mohon kerjasama Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan, setelah ini guru-guru harus di rotasi, dari sekolah yang selama ini favorit harus dikirim ke sekolah yang tidak favorit,” ujar Muhadjir.

Sebaliknya, kata Mendikbud, guru yang sebelumnya tidak pernah bertugas di sekolah favorit, perlu diberi kesempatan bertugas di sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai sekolah favorit. Menurut Muhadjir, sejak pemberlakukan sistem zonasi dalam PPDB, tidak ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit.

Baca Juga :   Pendidikan Antikorupsi Diberikan Lewat Permainan Peran

Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi sebutan sekolah khusus untuk anak-anak pintar atau sebaliknya. Dalam kondisi seperti ini, menurut Muhadjir, setiap guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama saat ditugaskan di sekolah mana pun.

“Tugas guru adalah membuat semua murid pintar, untuk mengantarkan sesuai dengan kemampuan. Untuk itulah pemerintah harus hadir, untuk menjadikan sekolah semua nanti merata,” kata Muhadjir.