Beranda APKASI Apkasi Dorong Pengembangan Wisata Batas Negara dan Desa Wisata

Apkasi Dorong Pengembangan Wisata Batas Negara dan Desa Wisata

65
0

SahabatGuru – Potensi pariwisata di kabupaten harus dikembangkan. Bahkan kabupaten yang berbatasan dengan negara lain memiliki potensi bagus yang bisa dikembangkan sehingga bisa dikunjungi wisatawan dari negara tetangga.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Abdullah Azwar Anas menuturkan bila pariwisata batas negara (cross border tourism) makin diminati. Pasalnya tak sedikit warga negara terdekat yang memilih berwisata di negara tetangga. Jadi wisata di kabupaten yang bertetangga dengan negara lain harus dikembangkan secara maksimal.

Pengembangan pariwisata di daerah tidak hanya pariwisata lintas batas negara (cross border tourism), tetapi juga homestay, sampai desa wisata. Untuk mengembangkannya, Apkasi siap berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

“Apkasi mendukung program-program Kemenpar sehingga ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah,” ujar Azwar Anas.

Baca Juga :   Pemerintah Kabupaten Grobogan Naikkan Honor Guru Honorer

Anas menjelaskan, pengembangan kolaborasi pariwisata ini sekaligus bagian dari strategi mendorong pengembangan seni budaya daerah. Menurutnya bila seni budaya semakin kuat konten kearifan lokal, maka semakin kuat pula daya tarik untuk pengunjung.

“Untuk crossborder tourism, saya sudah sampaikan ke Pak Menteri, pilot project kerja sama ini akan dibuat di beberapa kabupaten, misalnya salah satunya Kabupaten Belu, NTT. Wisata lintas batas negara ini bisa ikut mengangkat perekonomian kabupaten tersebut, yang wilayah perbatasannya telah dibangun pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik,” kata dia.

Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut  Apkasi karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

Baca Juga :   ´╗┐Saat Mendikbud Dibacakan Pantun oleh Walikota di Gebyar Pendidikan

“Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Prancis misalnya, sekitar 50 persen wisman berasal dari negara yang berbatasan. Di Belgia, sekitar 51 persen wisman didapat dari border tourist. Di Thailand sekitar 45 persen wismannya berasal dari border tourists. Di Malaysia angkanya lebih tinggi lagi di mana sekitar 60 persen wisman berasal dari negara tetangga,” kata Anas,

“Maka ini kesempatan bagi kabupaten terdepan untuk menjadi mesin penyedot wisatawan mancanegara, yang otomatis akan menggerakkan ekonomi kabupaten itu,” ujar dia melanjtkan.

Sementara itu terkait pengembangan desa wisata, Apkasi siap berkolaborasi dengan Kemenpar untuk menyukseskan program desa wisata sesuai visi Presiden Jokowi untuk membangun bangsa dari pinggiran. Termasuk desa dengan memanfaatkan budaya, alam, dan kreativitas warganya.

“Apkasi siap menyukseskan target 2.000 Desa Wisata Mandiri yang dicanangkan pemerintah pusat. Bukan hanya desa wisata rintisan, berkembang, dan maju, tapi sudah mengarah ke mandiri,” jelas Anas.

Baca Juga :   Pemerintah Didorong Bentuk Sistem Big Data Musik

Di Indonesia, total ada sekitar 83.000 desa/setingkat desa. Dari jumlah itu, sudah dihitung oleh tim di pemerintah pusat, kira-kira 10 persen berpotensi menjadi desa wisata.

“Itu tugas bersama Apkasi, kami para bupati, dan nanti kolaborasi dengan Kemenpar dan pemerintah provinsi,” ujar Anas.

Terkait pengembangan homestay, Anas menambahkan, fokusnya adalah mengangkat kearifan arsitektur khas lokal untuk diimplementasikan dalam homestay dengan pendampingan Kemenpar.

“Di Kemenpar sudah ada ribuan kamar penduduk di desa-desa yang diaktivasi menjadi homestay. Juga ada arsitektur khas lokal yang diusung sehingga jadi daya tarik. Nah itu akan dikerjasamakan Apkasi agar merata ke semakin banyak kabupaten di Tanah Air,” ucap Anas memungkasi.

Facebook Comments

Komentar