Beranda Berita Sistem Zonasi Paksa Pemda Ratakan Mutu Pendidikan

Sistem Zonasi Paksa Pemda Ratakan Mutu Pendidikan

23
0

SahabatGuru – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendobrak sistem pengelolaan pendidikan yang bersifat sentralistik. Ini menjadikan zonasi sebagai hal yang baik karena memaksa pemerintah daerah (pemda) untuk meratakan mutu pendidikan.

Menurut anggota Ombudsman Ahmad Su’adi seperti dikutip antaranews.com sistem zonasi memberikan pemerataan pendidikan bagi masyarakat. Penerapan sistem itu bakal menghapus adanya istilah sekolah favorit. Siswa pun dipastikan bisa bersekolah di sekolah terdekat dengan kediamannya.

“Sejak merdeka, pendidikan dikelola secara sentralistik. Dengan adanya sistem zonasi bisa memberikan pemerataan pendidikan bagi masyarakat,” kata Su’adi.

Meski masih ada penyelewengan seperti membuat KK (Kartu Keluarga) palsu, tetapi dibandingkan dengan yang dahulu, kecurangan untuk masuk sekolah lebih berkurang

Meski demikian dia mengatakan bila masih ada banyak kekurangan dalam penerapan sistem zonasi pada penerimaan murid, terutama dalam hal sebaran sekolah dan guru. Apalagi sistem itu yang baru berjalan tiga tahun.

Baca Juga :   Minta Pendidikan Kebencanaan dalam Kurikulum, Ini Penjelasan Presiden Jokowi

Su’adi menuturkan untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul akibat sebaran sekolah yang belum merata dibutuhkan peran dari pemerintah daerah. Menurutnya pemda bertanggung jawab menyalurkan peserta didik yang belum mendapatkan sekolah.

Dia mengemukakan, seharusnya pemerintah daerah sudah memiliki peta sebaran sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. Dengan demikian orang tua murid bisa menggunakannya sebagai acuan dalam menentukan pilihan sekolah untuk anak.

Selain itu pelaksanaan sistem zonasi bisa menekan angka ‘jual-beli bangku’ sekolah favorit. Pasalnya siswa diterima berdasarkan jarak terdekat dari sekolah.

“Meski masih ada penyelewengan seperti membuat KK (Kartu Keluarga) palsu, tetapi dibandingkan dengan yang dahulu, kecurangan untuk masuk sekolah lebih berkurang,” katanya.

Facebook Comments

Komentar