Beranda Berita Mendikbud Berharap Kapasitas Guru Vokasi Ditingkatkan

Mendikbud Berharap Kapasitas Guru Vokasi Ditingkatkan

125
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berharap guru vokasi ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dari guru atau pelatih asing. (foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kapasitas guru vokasi akan terus ditingkatkan. Ini bertujuan bertujuan meningkatkan pembelajaran pendidikan vokasi. Hal itu disampaika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Mendikbud untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru, mereka perlu mendapat pelatihan dari guru atau pelatih asing. Instruktur dari luar negeri itu tidak hanya untuk sekolah tetapi juga lembaga pelatihan yang berada di kementerian lain, misalnya Balai Latihan Kerja atau BLK.

“Meningkatkan kapasitas guru salah satunya dengan mengundang guru atau instruktur asing untuk melatih mereka. Melalui pelatihan itu guru bisa meningkatkan kapasitas pembelajaran vokasi di SMK juga pembelajaran science, technology, engineering and mathematics atau STEM,” ujar Mendikbud seperti dikutip antaranews.

Dia menegaskan para guru atau instruktur itu diundang bukan ‘diimpor’ untuk mengajar di kelas. Mereka didatangkan untuk melatih para mentor yang akan mengajar guru-guru.

Baca Juga :   Kado Spesial Presiden Jokowi Untuk Guru Honorer

Menurutnya mendatangkan para guru asing dinilai lebih efisien dibandingkan mengirim guru belajar di luar negeri.

“Bila ada pelatihan dari guru atau pelatih asing, kami berharap kapasitas guru vokasi semakin meningkat,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta program pengembangan vokasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah memiliki strategi yang terarah dan satu suara dari setiap kementerian.

Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Tenaga Kerja, dan Kementerian Ristek Dikti telah memulai program pengembangan vokasi yang dinilai telah menampakkan hasilnya.

Program pengembangan vokasi yang disepakati akan diidentifikasi dan dikaji terlebih dulu optimalisasinya. Pengembangan itu mulai dari penyusunan strategi pengembangan, aspek penyediaan dan permintaan, bidang prioritas, pembentukan komite vokasi selaku wadah tersendiri, penganggaran yang tepat sasaran, hingga penyusunan peta jalan pengembangan vokasi untuk keberlanjutan pada masa mendatang.

Baca Juga :   Mantap, Pemprov Riau Siapkan Beasiswa S2 Untuk Guru