Beranda Berita APKASI Audiensi dan Sosialisasi, Bupati Hj Badingah S. Sos : Program APKASI-YPAN Bantu...

Audiensi dan Sosialisasi, Bupati Hj Badingah S. Sos : Program APKASI-YPAN Bantu Kemajuan Gunung Kidul

135
0

SahabatGuru–Bupati Gunung Kidul, Yogyakarta, Hj Badingah S. Sos, mengapresiasi dan menyambut baik program peningkatan mutu pendidikan (Smart Mathematics and English Teaching), imtak dan training tata kelola pendidikan di luar negeri serta literasi kependidikan oleh APKASI-YPAN. Untuk itu dia menegaskan Dinas di lingkungan Pemkab Sleman menindaklanjuti dengan membuat MoU menyambut kerjasama dengan APKASI-YPAN.

“Saya berharap dinas-dinas terkait menyambut peluang-peluang dari APKASI-YPAN. Program ini merupakan peluang untuk kemajuan masyarakat Gunung Kidul,” ujar Bupati Gunung Kidul Hj Badingah S. Sos di kompleks perkantoran Pemkab Gunung Kidul, Wonosari, Jumat (17/5/2019). Disepakati pelatihan peningkatan kualitas guru akan dilaksanakan pada Juli 2019.

Bupati Hj Badingah S. Sos mengatakan hal itu dalam acara Audiensi dan Sosialisasi Program Peningkatan Mutu SDM, Imtak dan Literasi Kependidikan oleh APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) -YPAN (Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara). Hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Peningkatan Mutu Guru Daerah Hj Himmatul Hasanah MP, Manajer Program YPAN Tolaal Badru. Hadir pula para pejabat Pemkab Gunung Kidul para Kepala Sekolah, guru dan unsur dunia pendidikan di Kabupaten Sleman.

Para peserta kegiatan Audiensi dan Sosialisasi Peningkatan Mutu Guru oleh APKASI-YPAN di Gunung Kidul, Jumat (17/5/2019)

Pada kesempatan tersebut Staf Ahli APKASI mensosialisasikan hasil pertemuan APKASI Ministrial Forum dengan Menteri Pendidikan & Kebudayaan dan Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (Menteri PAN RB) tentang problematika guru dan Tenaga Pendidikan yang berlangsung pada  7/12/2017 di Jakarta. Selain juga menjelaskan lebih rinci tentang  program peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Baca Juga :   Catatan Apkasi Otonomi Expo 2018, Saatnya Daerah Go International

“Pendidikan sebagai pondasi karakter bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Peningkatan Mutu Guru Daerah yang menjadi program APKASI merupakan bentuk tanggung jawab terhadap kualitas dunia pendidikan,” ujar Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan Peningkatan Mutu Guru Daerah Hj Himmatul Hasanah, MP.

Diungkapkan peningkatan kompetensi guru, sangat berguna bagi pemerintah daerah. Untuk itu pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendukung sepenuhnya program peningkatan kemampuan atau kompetensi para guru yang dilaksanakan oleh APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) Yogyakarta.

“Peningkatan kompetensi guru sangat berguna bagi daerah. Sebab, jika mutu dan kompensasi guru semakin meningkat maka juga akan meningkatkan mutu pendidikan daerah setempat,” papar Himmah.

Bupati Gunung Kidul Hj Badingah S. Sos dan Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan Peningkatan Mutu Guru Daerah Hj Himmatul Hasanah saling tukar cindera mata

Diungkapkan oleh Himmah, bahwa program pendidikan di bidang peningkatan mutu guru yang dilaksanakan oleh APKASI ini telah melatih lebih dari 80.000  tenaga pendidik di 100  kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Pihak Pemerintah Kabupaten menyambut baik program pelatihan ini.

Hj Himmatul Hasanah, MP menambahkan sebagai mintra pemerintah kabupaten seluruh Indonesia APKASI  memiliki misi strategis bagi daerah. Misi ini dituangkan ke dalam tugas pokok dan fungsi APKASI yang bermuara pada terciptanya pemerataan yang nyata, pembangunan berkelanjutan dan terciptanya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :   Sekda Lombok Utara : Kita Mendukung Program Pelatihan APKASI-YPAN

“Peran guru sangat penting dalam pendidikan dan harus menjadi sosok yang mencerahkan, yang membuka alam dan pikiran serta jiwa, memupuk nilai-nilai kasih sayang,  keteladanan,  prilaku, moralitas, kebhinekaan. Inilah sejatinya pendidikan berkarakter yang menjadi inti dari pendidikan yang sesungguhnya,” papar Himmah.

Dijelaskan oleh Hj Himmatul Hasanah bahwa Smart English Teaching merupakan metode pelatihan bahasa Inggris dengan metode yang menarik dan mudah diikuti. Bahkan peserta bisa langsung mempraktekan kemampuan berbahasa Inggris usai pelatihan. Ini dibuktikan saat pelatihan bagi para guru di Lombok Utara dan beberapa daerah lain.

Bupati Hj Badingah S. Sos menyatakan tertarik dengan pelatihan bahasa Inggris ini. Menurut dia, pelatihan ini akan dilaksanakan bukan hanya untuk pada guru, namun juga pelaku industri pariwisata di Gunung Kidul. “Bahasa Inggris tidak hanya untuk pegawai tapi juga untuk pelaku wisata,” papar Hj Badingah S. Sos.

Adapun Program Peningkatan Imtaq berupa Umrah Character Building Plus Training Tata Kelola Sekolah di Luar Negeri, menurut Hj Himmatul Hasanah, sudah mendapatkan dukungan penuh dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kemendikbud. Ditargetkan 3000 guru akan melaksanakan Umrah Character Building ini pada 2019.

Baca Juga :   Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Inilah Gerakan Muara Enim Cerdas

“BPKLN Kemendikbud sangat mendukung program Umrah Character Building Plus Training Tata Kelola Sekolah di Luar Negeri Bagi Guru dan siap memgkomunikasikan ke KBRI negara tujuan,” ujar Hj Himmatul Hasanah, MP.

Pada kesempatan ini Hj Himmatul Hasanah juga mengungkapkan bahwa APKASI berharap melalui program ini para guru akan belajar tentang sistem atau inovasi pembelajaran dr negara-negara lain yang kualitasnya jauh lebih maju dari Indonesia. “Sehingga ke depan akan terjadi peningkatan kompetensi dari para guru,” papar dia.

Program Umrah Character Building Plus Training Tata Kelola Sekolah di Luar Negeri ini ditargetkan bisa diikuti oleh 3000 guru dari seluruh Indonesia. Direncanakan akan ada pola pembiayaan yang memudahkan bagi para guru yang mengikuti program ini. Selain menjalankan ibadah Umrah, para peserta akan mengikuti mengunjungi sekolah sekolah Singapura, Malaysia dan sejumlah negara lain guna mempelajari tata kelola dan manajemen pendidikan.

APKASI dan BPKLN Kemendikbud berharap Kemendagri bisa memberikan himbauan ke pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah TK II agar para pengambil kebijakan mendukung program tersebut mengizinkan para guru yang akan mengikuti progran tersebut tanpa harus memotong sertifikasinya saat para guru mengajukan ijin cuti.(ris)