Alul, Anak Tukang Las yang Berhasil Diterima FKUI

    119
    0

    SahabatGuru–Syahrul Ramadhan (18) atau Alul, pelajar SMA Negeri 2 Bangko, Rokan Hilir, Riau, berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Istimewa karena Alul adalah berasal dari keluarga kurang mampu di pelosok daerah.

    Berikut ini lima fakta sosok Alul, yang sukses menembus perguruan tinggi favorit.

    1. Ayahnya Tukang Las, Ibunya Penyapu Jalan

    Alul adalah bungsu dari tiga saudara dari pasangan Azman dan Neni Marlina. Azman, sang ayah bekerja sebagai tukang las dengan penghasilan tidak tetap. Sedang Neni Marlina, sang ibu seorang penyapu jalan. Dengan penghasilan yang pas-pasan Azman-Neni juga masih menanggung beban kuliah kakak Alul.

    2.Juara Umum dan Bercita-cita Menjadi Dokter

    Meski ekonomi orang tua pas-pasan, namun tak menghalangi Alul memiliki cita-cita yang tinggi yaitu menjadi dokter. Untuk mewujudkan impiannya Alul bekerja keras belajar dengan sungguh-sungguh. Hasilnya dia senantiasa menjadi juara umum dengan nilai mata pelajaran rata-rata diatas 90.

    Baca Juga :   Shahnaz Haque dan the Power of Touch

    “Saya sudah bercita-cita menjadi dokter dan ingin menempuh pendidikan di UI. Sejak itu, saya konsisten menjaga nilai agar dapat tembus UI melalui jalur prestasi rapor,” ujar Alul.

    Lulus SNMPTN dan diterima di FKUI justru sempat membuat Alul kebingungan. Pasalnya orang tuanya tak memiliki cukup uang untuk membiayai ke Jakarta guna melanjutkan pendidikan yang diimpikan.

    3. Ditelepon Dekan dan Dibantu Alumni FKUI

    Alul beruntung. Kebingungan dan harapannya mendapat bantuan beasiswa yang dimuat media lokal sampai ke Dekan FKUI Prof Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. Ahli penyakit dalam ini menelepon langsung Alul agar daftar ulang ke FKUI.

    Tak hanya itu Dekan FKUI Prof Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB juga menggalang dana dari alumni FKUI untuk membantu Alul. “Dalam hitungan 1,5 jam saja, sudah ada dana terkumpul Rp18 juta dari Ikatan Alumni (Iluni) FKUI lulusan 1990.”

    Baca Juga :   Alena Wu, Membangun Asa Anak-anak Pinggiran

    4. Bantuan Fasilitas Verifikasi Rapor dan Daftar Ulang di FKUI

    Pihak UI sangat membantu Alul. Selain bantuan dana yang di prakarsai Prof Ari, pihak UI juga memberikan fasilitas bagi Alul untuk bisa melakukan verifikasi Rapor dan daftar ulang dalam waktu yang berdekatan. Sehingga Alul tidak bolak-balik Pekanbaru ke Jakarta.

    “Syahrul melakukan verifikasi rapor di Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI Kampus UI Depok, Senin (22/4) serta nanti akan dilanjutkan dengan proses daftar ulang yang akan dilakukan di Balairung UI pada Kamis (25/4),” ujar Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti di Kampus UI Depok, Selasa (23/4).

    “Pihak UI juga memberikan kemudahan verifikasi rapor dan daftar ulang yang dilakukan pada minggu yang sama, sehingga saya tidak perlu keluar uang transportasi Pekanbaru-Jakarta dua kali lebih banyak,” papar Alul.

    Baca Juga :   Geliat Indonesia Menuju Era Kendaraan Listrik

    Kemudahan-kemudahan tersebut, menurut Alul, membuat semakin yakin bahwa dirinya dapat menyelesaikan studi saya di UI tanpa terkendala biaya.

    5. Ingin Berbakti Pada Orang Tua dan Daerah Asalnya

    “Harapan saya ingin sekali mengangkat derajat orangtua serta mengabdi kepada daerah asal saya, Rokan Hilir. Saya melihat daerah saya membutuhkan Dokter Spesialis Jantung dan Kandungan. Semoga saya bisa menempuh pendidikan dokter hingga spesialis dan dapat memberikan manfaat bagi Kota Kelahiran saya,” ujar Arul.

    Pernyataan Alul ini pula yang membuat Dekan FKUI Prof Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB terharu. Menurut Prof Ari, Alul adalah contoh anak yang memiliki kegigihan dan semangat tinggi sehingga patut dibantu oleh Alumni FKUI.

    “Semangatnya tinggi untuk menjadi dokter dan ia siap mengabdi kembali ke kampung halamannya setelah menjadi dokter,” ujar Prof Ari.(ris/dbs)

    Komentar