Beranda Berita Mendikbud: Selesaikan Kasus Perundungan Siswa di Pontianak

Mendikbud: Selesaikan Kasus Perundungan Siswa di Pontianak

121
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat mengunjungi anak korban perundungan di Pontianak. (Foto: Kemdikbud.go.id)

SahabatGuru  – Berbagai peristiwa perundungan atau tindak kekerasan di kalangan siswa menjadi viral di media sosial. Salah satunya, kasus perundungan siswa SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendapat perhatian yang cukup besar, tidak hanya di kalangan netizen tapi juga masyarakat awam.

Peristiwa ini telah menginisiasi masyarakat untuk membuat petisi dukungan terhadap korban perundungan tersebut. Dikabarkan, lebih dari 3,7 juta masyarakat sudah menandatangani petisi tersebut.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan tetap fokus untuk menyelesaikan kasus perundungan tersebut. “Kekerasan terhadap anak itu harus diberantas. Tapi sebagai pendidik harus menyelesaikannya sesuai dengan kaidah pendidikan, yaitu membina dan mendidik para siswa,” ujar Mendikbud Muhadjir.

Baca Juga :   Ternyata, Ada Satgas Yang Memantau Penerimaan Siswa Baru

Mendikbud menyampaikan kondisi psikologis anak, baik korban maupun pelaku, harus tetap dijaga. Untuk itu, Muhadjir mengimbau para guru melakukan pendampingan. Ke depan, tegas Muhadjir, literasi digital di kalangan siswa, sekolah, dan guru sangat perlu ditingkatkan.

“Tampil di media sosial itu memberikan dampak negatif bagi anak, ini berlangsung sampai seumur hidup. Ubah bagaimana trauma ini bisa diupayakan sebagai pengalaman positif. Tidak boleh ada yang melanggar Undang-undang,” ujar Menteri.

Saat bersamaan, Ketua Komisi  Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, mengatakan bahwa perlindungan terhadap pelaku dan korban sangat perlu dilakukan saat menyelesaikan kasus perundungan di kalangan siswa. Karena itu, memviralkan pelaku dan korban perundungan tidak diperbolehkan, sebab termasuk ke dalam bentuk pelanggaran hukum.

Baca Juga :   DIY Terapkan Sistem Zonasi, SKTM Tidak Berlaku

“Sebagai pelaku maupun korban tidak memviralkan dalam sosial media. Itu tidak boleh diviralkan karena termasuk dalam pelanggaran dalam hukum,” ujarnya.

Terkait dengan kasus di Pontianak, Mendikbud mengungkapkan akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku. “Kita akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlangsung,” jawabnya.

Facebook Comments

Komentar