Beranda Berita Kemendikbud: Calistung Tidak Wajib Bagi Anak PAUD

Kemendikbud: Calistung Tidak Wajib Bagi Anak PAUD

189
0
Anak-anak PAUD tidak wajib menguasai kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) saat masuk SD. Tampak anak-anak PAUD sedang belajar di luar ruangan kelas. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Anak atau peserta didik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak perlu menguasai kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung). Itu bukan kemampuan wajib yang harus dimiliki anak-anak PAUD. Jadi, saat masuk SD, persyaratannya bukan kemampuan calistung anak-anak.

Penerimaan peserta didik PAUD menuju jenjang pendidikan dasar justru dilakukan melalui sistem zonasi. Dengan sistem tersebut, penerimaan murid SD dengan memprioritaskan usia anak dan jarak tempat tinggal peserta didik dengan sekolah.

Dan di SD, peserta didik baru mendapatkan pelajaran membaca, menulis dan berhitung. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud), Harris Iskandar mengatakan kompetensi calistung baru diajarkan secara formal saat peserta didik berada di jenjang sekolah dasar (SD).

Baca Juga :   Salah-kaprah, PAUD Bukan Tempat Calistung

“Saat ini penerimaan peserta didik baru berdasarkan zonasi. Terlebih seleksi penerimaan peserta didik di SD kelas awal tidak boleh dilakukan melalui tes, baik tes kemampuan calistung maupun bentuk tes lainnya,” ujar Harris.

Kriteria seleksi, lanjut Harris, berupa usia anak dan jarak tempat tinggal dengan sekolah. “Kompetensi calistung secara formal akan diajarkan saat anak duduk di bangku SD,” ujarnya.

Pada sisi lain, kerja sama antara pendidik PAUD dan orang tua merupakan kunci bagi perkembangan peserta didik PAUD. Hal ini mengacu pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) 2015-2030.

Dalam agenda itu memastikan pada tahun 2030 seluruh anak perempuan dan laki-laki memiliki akses pada pengembangan dan perawatan anak usia dini dan pendidikan pra-dasar yang berkualitas sehingga siap untuk mengikuti pendidikan dasar. Tujuan SDGs ini menjadi acuan semua negara untuk mendukung layanan PAUD yang berkualitas, termasuk Indonesia.

Baca Juga :   SD Ngotot Pakai Tes Calistung, Dana BOS Dicabut