Beranda Berita Tingkat Kesulitan Soal UN Tahun Ini Tidak Berubah

Tingkat Kesulitan Soal UN Tahun Ini Tidak Berubah

161
0
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno membero penjelasan komposisi soal Ujian Negara. (foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Tidak ada perubahan pada tingkat kesulitan soal Ujian Nasional (UN). Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno, komposisi soal tetap berdasarkan penalaran, aplikasi dan pengetahuan serta pemahaman.

“Tingkat kesulitan soal UN pada tahun ini tidak berubah. Distribusi tingkat kesulitan masih sama seperti tahun lalu. Komposisi soal berdasarkan level kognitifnya, 10%-15% untuk penalaran, 50%-60 % untuk aplikasi, serta 25%-30% untuk pengetahuan dan pemahaman,” ujar Kepala Balitbang Kemendikbud di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut Totok, tantangan lain dari UN adalah mengujikan soal-soal yang mengukur keterampilan berpikir kritis, atau disebut juga dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS). “Keterampilan ini sangat diperlukan oleh anak-anak kita agar mampu adaptif terhadap perubahan dunia yang begitu cepat,” tuturnya.  

Baca Juga :   22-25 April, Jadwal UN SMP 2019

Saat ini UN sudah diselenggarakan untuk jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) pada Senin (25/3/2019) sampai Kamis (28/3/2019). Hal yang menarik terjadi saat siswa menyelesaikan soal Matematika di hari Selasa (26/3/2019). Soal mata pelajaran itu mendapat respons beragam dari siswa SMK.

Sebagian mengeluhkan soal UN Matematika yang sulit dan tidak sesuai dengan kisi-kisi. Keluhan mereka disampaikan melalui akun Instagram resmi Kemendikbud, @kemdikbud.ri.

Seperti yang dikeluhkan siswa dengan akun @oohryza, yang menilai sulitnya soal Matematika dalam UN SMK. “Untuk pertama kalinya pak, saya liat soal matematika ketawa. Masalahnya bukan lucu, Pak. Tapi saya nggak ngerti apa yang saya kerjain,” tulisnya.

Sementara itu siswa lain dengan akun @aprel.id mengeluhkan soal yang tidak sesuai dengan kisi-kisi UN. “Pak, kalau yang dikeluarkan di Ujian Nasional SMK ga sesuai dengan kisi-kisi, kenapa harus dibuat kisi-kisi segala?” tulisnya.

Baca Juga :   Ada Seruan Guru Honorer Mogok Masal, Ini Yang Dilakukan Disdik Bandung

Soal UN Matematika untuk SMK berupa pilihan ganda dan isian singkat. Soal isian singkat berupa bilangan dengan proporsi sebanyak 10 persen, yakni 4 soal dari total 40 soal. Soal UN telah dipilih dan dirakit dari bank soal sesuai dengan kisi-kisi UN. Proses pengembangan soal melibatkan unsur-unsur guru mata pelajaran, dosen perguruan tinggi, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan pakar penilaian pendidikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebenarnya Kemendikbud sudah mengenalkan soal-soal HOTS dalam penyelenggaraan UN. Asesmen dengan model HOTS ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam survei internasional, khususnya hasil PISA (Programme for International Student Assessment). Selain itu, soal HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yakni berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Baca Juga :   Ini yang Membuat Wabup Sanggau Apresiasi Siswa SMP Kembayan