Beranda Berita UN, 91% Sudah Berbasis Komputer dan Diikuti 8,3 Juta Siswa

UN, 91% Sudah Berbasis Komputer dan Diikuti 8,3 Juta Siswa

137
0
Ujian nasional tahun ini diikuti 8,3 juta siswa. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Sedangkan UNBK sudah mencapai 91 persen.(foto: istimewa)

SahabatGuru – Siswa yang mengikuti ujian nasional mengalami peningkatan. Ujian nasional tahun ini akan diikuti 8,3 juta siswa. Mereka tidak hanya berasal dari sekolah umum tetapi juga tempat pendidikan berbasis agama. Tercatat siswa berasal dari 103 ribu sekolah, madrasah dan kesetaraan Paket B dan Paket C. Jumlah siswa yang ikut UN lebih banyak 200 ribu dibanding tahun lalu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan lebih dari 90 persen siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jumlah peserta UNBK mengalami kenaikan yang signifikan.

“Ada kenaikan sangat mencolok untuk peserta UNBK. Tahun ini ada 7,5 juta siswa atau 91 persen akan mengikuti mengikuti UNBK. Jumlah ini mengalami kenaikan 1,2 juta dibanding tahun lalu, yaitu sekitar 6,3 juta siswa atau 78 persen. Jadi kenaikannya mencapai 13 persen,” kata Mendikbud di Jakarta.

Baca Juga :   Saat Mendikbud Dibacakan Pantun oleh Walikota di Gebyar Pendidikan

Muhadjir mengatakan UN tahun ini akan lebih dulu diselenggarakan di SMK, yakni pada 25-28 Maret. Kemudian UN SMA pada 1, 2, dan 4 April. Sedangkan UN susulan SMK dan SMA pada 15-16 April.

“Untuk komposisi soal, tidak berbeda dengan tahun lalu. Ada soal yang termasuk kategori mudah 25-35 persen. Kemudian ada yang terkategori sedang 50-60 persen, dan berkategori berpenalaran tinggi itu 10-15 persen,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan UNBK yang dilakukan di 91 persen lembaga pendidikan sudah dapat diterima karena model ujian seperti ini sudah diterapkan untuk tes CPNS, ujian Polri, maupun PPPK. Namun dia berharap tim IT bisa mempersiapkan infrastruktur jaringan agar UNBK bisa berjalan lancar.

Baca Juga :   Hasilkan 140 Karya Buku, Penulis Literasi Raih Penghargaan

Pada UNBK kali ini, mata pelajaran yang diuji juga tak berbeda dibanding tahun sebelumnya, yakni empat pelajaran. Sementara itu, untuk program paket kesetaraan, ada tujuh pelajaran yang diujikan kepada siswa.

Pelajaran yang diujikan di SMK adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan teori kejuruan. Pelajaran yang diujikan di SMA adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, satu mata pelajaran jurusan (IPA: Kimia, Biologi, Fisika, sementara IPS: Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi). Pelajaran yang diujikan di SMP: bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA.