Beranda Berita SD Ngotot Pakai Tes Calistung, Dana BOS Dicabut

SD Ngotot Pakai Tes Calistung, Dana BOS Dicabut

214
0
SD dilarang memberlakukan tes calistung dalam penerimaan siswa baru. Anak-anak di PAUD, sebelum masuk SD, tidak diajarkan baca, tulis dan menghitung. Tampak sebuah PAUD yang lebih banyak mengajak anak bermain. (foto: Gonang Susatyo)

SahabatGuru – Sekolah Dasar (SD) dilarang memberlakukan tes baca tulis menghitung (calistung) dalam penerimaan siswa baru. Bila ada yang memberlakukannya, SD tersebut akan dijatuhi sanksi berat.

Peringatan itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Jakarta, akhir pekan lalu. Dan Mendikbud pun sudah menegaskan hal tersebut di hadapan para kepala SD.

“Saya sudah tegaskan ke seluruh kepala SD. Jangan lagi memberikan tes calistung untuk anak-anak yang baru masuk SD. Tes calistung itu merusak perkembangan jiwa anak,” kata Menteri Muhadjir.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menegaskan bila sanksi yang dijatuhkan tidak ringan. Menurutnya bila masih ada yang menerapkan tes calistung dalam penerimaan siswa baru, sekolah akan dicabut dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sanksi ini terpaksa diberlakukan agar sekolah menaatinya.

Baca Juga :   Pesan Mendikbud Untuk Pelajar Indonesia di Arab

“Sudah diimbau berkali-kali, tetapi masih saja ada sekolah yang berberlakukan calistung. Ya, saya cabut dana BOS-nya. Ingat itu,” ucap Mendikbud.

Tidak diizinkannya tes calistung untuk anak yang masuk SD karena mereka memang tidak diajarkan membaca, menulis maupun berhitung saat berada di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sejatinya, PAUD adalah masa prasekolah. Anak-anak tidak boleh diberikan pelajaran calistung. Mereka hanya diberikan pendidikan karakter tentang bagaimana budaya baca, disiplin, dan lainnya.

“PAUD jangan merampas hak anak-anak untuk bermain. Orang tua juga harus sadar, PAUD itu bukan wadah untuk mengajarkan anak calistung. Anak-anak di PAUD itu hanya bermain tapi sebenarnya mereka belajar beragam ilmu. Bagaimana berinteraksi, berbagi, dan lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :   Maksimal Hanya Empat Tahun, Guru Mengajar di Satu Tempat

Bila PAUD tetap mengajarkan anak calistung karena tuntutan SD, maka mereka telah menjerumuskan anak pada gangguan psikologis. Pasalnya anak akan kehilangan masa kecilnya yang penuh kebahagiaan dan keceriaan. Alhasil ketika remaja dan dewasa akan mengganggu perkembangan mentalnya.