Beranda Berita Apresiasi Anggaran Pendidikan Riau, Ini Penjelasan Mendikbud

Apresiasi Anggaran Pendidikan Riau, Ini Penjelasan Mendikbud

166
0

SahabatGuru–Pujian dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terhadap Pemerintah Provinsi Riau. Pasalnya, provinsi penghasil migas ini mengalokasikan APBD untuk fungsi pendidikan mencapai hampir 20 persen.

“Provinsi Riau, untuk anggaran daerah tahun 2018 sudah mendekati 20 persen. Saya kira tahun 2019 pasti nanti Pak Gubernur, mudah-mudahan akan menaikkan lagi, sehingga bisa di atas 20 persen,” ujar Muhajdir dalam keterangan yang diterima Senin (11/3/2019).

Diungkapkan oleh Mendikbud dalam necara pendidikan daerah (NPD) Riau tahun 2018 apabila ditambahkan dengan dana transfer pusat mencapai 19,92 persen. Ini artinya, untuk fungsi pendidikan di Riau komponen anggaran daerah cukup besar porsinya dibanding anggaran pemerintah pusat.

Baca Juga :   Juli, Cianjur Adakan Pelatihan Program Unggulan APKASI-YPAN

Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan di Riau itu agak berbeda dengan daerah lain. Menurut Muhadjir, selama ini beberapa daerah mengklaim mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dalam APBD-nya. Tetapi, komponen anggaran terbesarnya adalah dana transfer dari pusat, baik yang berupa dana alokasi umum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK).

Mendikbud menambahkan akan terus mendorong kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau agar dapat mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan sesuai amanat konstitusi, yaitu minimal 20 persen. “Baik APBN maupun APBD harus menyediakan minimal 20 persen,” kata dia menegaskan.

Untuk itu Mendikbud berharap agar unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud di Provinsi Riau dapat berkomunikasi dan menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Riau. Hal ini untuk mengharmoniskan pelaksanaan fungsi dan pembangunan pendidikan di daerah Riau.

Baca Juga :   Sudah Ada 502 Buku Literasi Dukung Gerakan Literasi Nasional

“Kita tahu walaupun urusan pendidikan itu sudah menjadi bagian dari urusan daerah, tetapi secara hukum penanggung jawab pendidikan itu tetap di Kemendikbud sebagai leading sector,” katanya.

Oleh sebab itu, Kemendikbud menempatkan UPT di daerah untuk memastikan bahwa pendidikan di masing-masing kabupaten/kota dan provinsi berjalan dengan baik. Sehingga, kinerja pendidikan secara nasional dapat diwujudkan sesuai dengan harapan.

Pada kesempatan ini, Gubernur Provinsi Riau periode 2019-2024, Syamsuar, menyambut baik sekaligus mendukung kebijakan Kemendikbud dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Riau. Upaya meningkatkan kualitas SDM seiring dengan menggenjot pembangunan sektor pendidikan.(ris/dbs)