Beranda Berita Penting, Literasi Digital dan Literasi Media Untuk Murid

Penting, Literasi Digital dan Literasi Media Untuk Murid

276
0

SahabatGuru–Dunia pendidikan dinilai perlu diberikan materi literasi digital dan literasi media. Tujuannya, agar murid memiliki kemampuan menggunakan berbagai perangkat teknologi digital dengan baik, serta agar tidak gampang menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh.

Demikian diungkapkan Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho, Sabtu (9/3/2019) di Jakarta. Untuk itu dia berharap bisa dibuatkan suatu kurikulum yang integratif oleh pemerintah. Kalaupun bukan kurikulum khusus, setidaknya bisa disisipkan atau diintegrasikan dengan kurikulum yang sudah ada.  

“Pemerintah punya kurikulum TIK (Teknologi, Informasi dan Komputer), tetapi saya rasa perlu dipertajam dan diperkaya sehingga ketika anak-anak bertemu dengan teknologi  digital bisa menjadi lebih produktif, bukan justru sebaliknya,” kata dia.

Baca Juga :   Kunjungi Sekolah Luar Negeri, 3000 Guru Akan Ikuti Program Umrah 'Character Building'

Selain itu, menurut Septiaji, anak-anak hendaknya diarahkan menjadi produsen konten, bukan sekadar menjadi konsumen.

“Hal-hal seperti itu yang perlu kita tanamkan dan perlu kita masukkan dalam kurikulum sehingga mereka tidak gagap dan bahkan bisa menangkal konten yang menyesatkan saat menggunakan teknologi digital,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Septiaji juga menegaskan perlunya tua ikut mengawasi anak-anak mengakses internet. Langkah ini penting guna membentengi anak terhadap informasi yang dapat merusak karakter ditengah berkembangnya teknologi digital dan membanjirnya arus informasi melalui internet.

Menurut dia upaya tersebut bisa jadi tidak mudah. Namun tetap perlu dilakukan dan dimulai dari lingkup keluarga.

“Ini sangat berbahaya karena ada titik ketika nanti si anak merasa lebih percaya kepada informasi yang dia baca di internet daripada harus percaya dengan informasi dari guru atau orang tuanya,” ujar Septiaji.

Baca Juga :   Dana Alokasi Khusus Pendidikan Untuk Palembang Capai Rp700 Miliar

Menurutnya, ketika anak mulai menggunakan teknologi maka orang tua harus punya pemahaman yang kuat terkait bagaimana mendidik anak menggunakan teknologi digital dengan baik yang biasa disebut digital parenting. 

“Ini agar jangan sampai anak terpapar hal-hal yang bisa membahayakan dia secara keamanan atau mengunyah konten-konten negatif seperti  ujaran kebencian ataupun juga konten-konten yang terkait dengan radikalisme,” katanya.

Di lingkup masyarakat perlu ada gerakan untuk membuat aktivitas offline supaya anak-anak kembali saling bertatap muka, beraktivitas nyata bersama. Sehingga tidak tenggelam dalam dunianya sendiri.(ant/ris)