Beranda Berita Guru Honorer Cianjur Desak Kuota P3K Ditambah, Ini Alasannya

Guru Honorer Cianjur Desak Kuota P3K Ditambah, Ini Alasannya

296
0

SahabatGuru–Ribuan guru honorer tergabung dalam Forum Honorer Kategori dua (FHKS) di Cianjur, Jawa Barat, mendesak Pemkab Cianjur menambah kuota penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pasalnya, kuota sebesar 250 orang sangat sedikit dari jumlah guru honorer di Cianjur.

Para guru honorer juga kecewa berat karena kuota yang disediakan untuk ribuan guru honorer hanya 250 orang. Ini tidak sesuai dengan janji Pemkab Cianjur, untuk meloloskan seribuan guru honorer pada tahap pertama seleksi P3K.

Menurut Ketua FHK-2 Cianjur, Magfur di Cianjur, pihaknya mendorong DPRD Cianjur, untuk berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur, agar jumlah rekrutmen P3K ditambah dan diundur pengumuman hasil seleksi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Aturan Guru Honorer Segera Dituntaskan

“Ini kami sampaikan pada audiensi dengan DPRD satu hari sebelumnya. Hasilnya audiensi, wakil rakyat berjanji akan mempertemukan kami dengan Pemkab Cianjur, Jumat (08/03) guna mendiskusikan perekrutan P3K,” ujar dia.

Ia menyebutkan, jika tidak ada jalan keluar dari tuntutan tersebut. Pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran seluruh guru honorer siap tidur di kantor bupati.

“Semua guru honorer sudah siap menduduki sampai menginap di pendopo kantor bupati, kalau tidak ada hasil yang memuaskan dari pertemuan besok. Ini bukan ancaman tapi akan kami buktikan,” katanya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Dadang Sutarmo mengatakan dewan akan segera berkoordinasi dengan pemkab sebelum adanya pengumuman. Pihaknya akan mendorong pemkab untuk menambah kuota sesuai dengan permintaan guru honorer.

Baca Juga :   Mendikbud: Penggunaan DAK Fisik Harus Tepat Sasaran

“Kalau urusan anggaran, saya yakin pemkab bisa dicari sumbernya, tinggal kemauan. Harapan kami semuanya diterima karena lain bisa kenapa Cianjur tidak,” terangnya.

Presidium LSM Ampuh, Yana Nurjaman selaku pendamping ribuan guru honorer di Cianjur, menilai situasi darurat terhadap nasib honorer K2 berkaitan dengan proses rekrutmen P3K dilingkungan Pemkab Cianjur.

“Pemkab Cianjur hanya menyediakan kuota sebanyak 250, sementara pengumuman terakhir yang lulus Passing Grade sebanyak 1.364 orang, untuk menampung sebanyak itu pemkab banyak sekali berdalih,” lanjutnya.

Selama ini, ungkap dia Pemkab Cianjur selalu beralasan keterbatasan anggaran untuk penyediaan kuota P3K meskipun APBD Pemkab Cianjur mampu untuk mengangkat seluruh honorer K2 se-Kabupaten Cianjur sebagai tenaga P3K.

Baca Juga :   Bupati Gorontalo Utara : Biarkan UNBK dan USBN Berlangsung Tenang

“Hal itu akan kami bahas dalam pertemuan selanjutnya, dan kami mendesak DPRD agar menghadirkan Plt Bupati Cianjur dan beberapa Kepala Dinas terkait untuk membahas nasib honorer K2,” tambahnya.(ant)