Beranda Berita Mutu Pendidikan Agama Semakin Meningkat, Ini Penjelasan Kemenag

Mutu Pendidikan Agama Semakin Meningkat, Ini Penjelasan Kemenag

25
0

SahabatGuru–Pendidikan agama di Indonesia semakin baik. Bukan saja kualitas, namun juga akses. Hal itu ditandai banyaknya program afirmatif, pembangunan fisik maupun berbagai program pengembangan sumber daya manusia.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin. Menurut dia pendidikan agama merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di tanah air.

“Saya justru optimis, pendidikan agama ke depan di Indonesia akan semakin kuat dan berkualitas,” ujar Kamaruddin Amin dalam siaran pers, Kamis (7/3/2019).

Kamaruddin mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan agama dan keagamaan. Banyak program afirmatif yang dilakukan. Dia menyebut keberadaan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) misalnya, sebagai madrasah unggulan terus dikembangkan. Sehingga jumlahnya semakin banyak dan tersebar di berbagai provinsi. 

Baca Juga :   Kirim 1.200 Guru ke Luar Negeri, Mendikbud : Agar Wawasannya Terbuka

“Pesantren salafiyah dan ma’had aly (perguruan tinggi di pesantren) juga kita rekognisi dalam bentuk penyetaraan atau muadalah. Pemerintah juga siapkan RUU Pesantren untuk memberikan afirmasi dan rekognisi bahkan fasilitasi pada tradisi dan kekhasan keilmuan di pesantren,” tuturnya. 

Selain itu juga dipaparkan sarana prasarana pendidikan tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maju pesat. Dari 58 PTKIN, menurut dia, semuanya memiliki gedung perkuliahan baru.

” Intinya, penguatan pendidikan agama dan keagamaan, telah banyak dilakukan Kemenag. Tidak hanya fisik, penguatan itu juga dilakukan  pada aspek pengembangan SDM (beasiswa), kurikulum maupun penguatan proses belajar mengajar,” ujar Kamaruddin.

Untuk itulah, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa tidak mungkin pendidikan agama dihapus dalam kurikulum sekolah, apalagi madrasah. Sebab Indonesia merupakan negara bangsa yang dikenal sangat religius.

Baca Juga :   Butuh Rp 200 M, Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sulteng

“Di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat, bahkan pelajaran agama wajib di sekolah, baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools) apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools). Apalagi di Indonesia, negara bangsa yang dikenal sangat religius, mustahil pelajaran agama dianggap tidak penting, dan akan dihilangkan,” tegas dia.(ris/dbs)

Facebook Comments

Komentar