Beranda Berita Selain Zonasi, PPDB di Yogyakarta Juga Memperhatikan Nilai Ujian

Selain Zonasi, PPDB di Yogyakarta Juga Memperhatikan Nilai Ujian

386
0

SahabatGuru–Setelah Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan evaluasi area zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, kini Pemkot Yogyakarta menyipakan hal serupa. Selain zonasi, Pemkot Yogyakarta tetap mensyaratkan nilai ujian atau prestasi peserta didik.

“Akan ada perbedaan alokasi atau kuota untuk prestasi dan zonasi tahun ini sehingga nilai ujian atau prestasi tetap menjadi ukuran. Nilai yang bagus akan diperhatikan, tidak semata-mata zonasi jarak,” kata Haryadi Suyuti, Wali Kota Yogyakarta di Yogyakarta, Selasa (5/3/2019).

Namun, Haryadi mengatakan, belum dapat menyampaikan secara detail mengenai pembagian alokasi atau kuota untuk kategori prestasi dan zonasi jarak. Sebab masih terus dilakukan proses penataan aturan PPDB 2019 di Yogyakarta.

“Masih terus diproses. Saat ini belum bisa disampaikan karena siswa sekolah juga belum ujian. Kami ingin agar mereka tetap berkonsentrasi pada ujian terlebih dulu,” katanya.

Baca Juga :   Olimpiade Sains Nasional Digelar di Yogyakarta dan Manado

Oleh karena itu, Haryadi berpesan agar siswa yang akan naik ke jenjang pendidikan lebih tinggi tetap belajar mempersiapkan ujian sekolah dan tidak hanya mengandalkan pada faktor jarak rumah ke sekolah yang tergolong dekat.

“Ujian baru akan dilakukan April. Untuk sementara ini, siswa diharapkan tetap fokus pada ujian. Yang pasti, PPDB akan memperhatikan nilai ujian,” katanya.

Pada PPDB tahun ajaran 2018/2019, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menerapkan kuota masing-masing 15 persen untuk jalur prestasi dalam Kota Yogyakarta, 75 persen jalur zonasi dalam kota berdasarkan jarak, dan masing-masing lima persen untuk jalur prestasi luar Kota Yogyakarta dan jalur khusus.

Sedangkan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020, diatur alokasi kuota 90 persen dari jalur zonasi, lima persen untuk jalur prestasi dan lima persen dari perpindahan tugas orang tua atau wali siswa.

Baca Juga :   Ironis, PP P3K Dinilai Melukai Guru Honorer

Sementara itu, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta berharap pemerintah daerah bisa segera menetapkan aturan terkait PPDB sehingga calon peserta didik bisa melakukan persiapan sejak dini dan pemerintah memiliki cukup waktu untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Kami memahami jika pemerintah tidak ingin mengganggu konsentrasi belajar calon peserta didik baru karena saat ini belum ujian. Namun, aturan PPDB juga perlu segera ditetapkan dan disosialisasikan,” kata Koordinator Forpi Kota Yogyakarta Baharudin Kamba.

Selain itu, di dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 masih ada aturan yang dimungkinkan akan menyulitkan Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu larangan menambah jumlah rombongan belajar jika sudah memenuhi atau melebihi standar nasional dan larangan menambah ruang kelas baru.

Baca Juga :   Kejuaraan Renang Antarsekolah, Wadahi Siswa Yang Tekuni Ekstrakurikuler Renang

“Padahal, persebaran SMP negeri di Kota Yogyakarta tidak merata dan jumlah siswa yang lulus SD melebihi daya tampung SMP negeri. Jika melanggar, maka pemerintah bisa dikenai sanksi,” katanya.

Forpi juga mengingatkan Pemerintah Kota Yogyakarta agar aturan PPDB yang nantinya ditetapkan juga bisa mengatur secara kuatt terkait kebijakan lima persen jalur prestasi. “Jika ditambah, maka pemerintah pun bisa dikenai sanksi. Oleh karena itu, perlu dukungan regulasi yang kuat dari pemerintah daerah,” katanya.(ant/ris)