Beranda Berita Ada Guru Honorer Selama 20 tahun, Mendikbud Kaget

Ada Guru Honorer Selama 20 tahun, Mendikbud Kaget

228
0
Mendikbud Muhadjir Effendy sudah menegur pemerintah daerah yang tidak menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) (foto: istimewa)

SahabatGuru – Tak sedikit guru honorer yang sudah mengabdi selama 10 tahun. Bahkan ada yang sudah mengajar selama 20 tahun dan belum juga diangkat menjadi PNS.

Meski ditemukan di banyak sekolah, namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tak urung terkejut saat mendengar langsung ada guru honorer yang sudah mengabdi selama 20 tahun.

Ini terjadi saat Mendikbud menyerahkan dana sebesar Rp 350 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) sekalugus menghadiri Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (28/2/2019) lalu. Saat itu, Mendikbud menanyakan status guru.

“Siapa yang berstatus guru honor sudah lima tahun?” tanya Muhadjir. Ternyata, hampir seluruh guru yang hadir mengacungkan tangan. “Kalau 20 tahun?” tanya Mendikbud yang dibuat terkejut karena hampir seluruh yang hadir angkat tangan.

Baca Juga :   Zonasi Muncul, Sekolah Favorit Hilang

“Kok masih banyak? Coba maju ke depan,” kata Muhadjir. Lima perwakilan guru honor yang sudah mengabdi 20 tahun akhirnya maju ke depan dan menceritakan suka-duka menjadi tenaga pengajar.

Seorang guru, Yustina, yang mengajar di SMA Puspita Kabupaten Banyuasin mengatakan, “Pak Menteri saya sudah mengajar selama 32 tahun. Namun sempat berhenti di tahun 1997 karena dapat pekerjaan ke Taiwan. Tetapi tidak terlalu lama, dan kembali lagi ke Palembang untuk mengajar,” jelas Yustina.

Ditambahkan oleh dia, “Saya berterima kasih kepada Pemerintah karena saya sudah inpassing (penyetaraan jabatan, fungsional non PNS) sehingga mendapatkan tunjangan sebesar Rp2.750.000. Selain itu, kami mengapresiasi Pemerintah yang mengeluarkan kebijakan pengangkatan guru honorer dengan PPPK,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mutu Pendidikan Agama Semakin Meningkat, Ini Penjelasan Kemenag

Honor 750 ribu

Namun ada juga yang masih honorer dan hanya mendapat honor Rp750 ribu sebulan. Padahal, dia sudah mengabdi selama 20 tahun.

“Saya menjadi guru di SD Negeri Air Kumbang mulai 1999, artinya sudah 20 tahun. Gaji yang saya terima Rp 750.000 sebulan. Gaji itu tidak cukup apa-apa. Saya juga belum sertifikasi, apalagi mau diangkat jadi PNS,” kata salah satu perwakilan saat ditanya Mendikbud.

Menteri Muhadjir memastikan akan menyelesaikan persoalan guru honorer. Mereka yang mengikuti PPPK juga harus melalui tes.

“Insya Allah semua permasalahan ini kita selesaikan, tapi bertahap. Syaratnya harus ikut tes, tidak bisa langsung diangkat saja jadi ASN. Sementara honorer selain guru seperti operator dan administrator akan kita pikirkan, kita selesaikan dulu honorer guru,” kata Muhadjir.

Baca Juga :   Dini Hari, Bupati Pandeglang Turun Langsung Ikut Evakuasi Korban Tsunami

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelontorkan dana sebesar Rp1 trilun untuk sektor pendidikan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pada tahap awal, dana digulirkan sebesar Rp350 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) untuk keperluan bantuan operasional sekolah (BOS), pembangunan nonfisik, pembangunan unit sekolah baru, serta rehabilitasi ruang kelas.

“Dana Rp350 miliar itu belum termasuk KIP dan DAU untuk gaji dan tunjangan guru. Untuk totalnya ada Rp1 triliun bagi Pemkab Banyuasin,” kata Muhadjir.