Beranda Berita Salah-kaprah, PAUD Bukan Tempat Calistung

Salah-kaprah, PAUD Bukan Tempat Calistung

208
0
PAUD adalah tempat pendidikan karakter dan tidak mengajarkan membaca, menulis dan berhitung (calistung). Tampak di sebuah PAUD seorang guru mengajak anak-anak bermaindi luar ruangan. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan tempat belajat membaca, menulis dan berhitung (calistung). Salah-kaprah bila ada yang mengharapkan anaknya dimasukkan PAUD agar bisa membaca dan menulis.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud) Didik Suhardi menuturkan PAUD bukan lembaga yang mengajarkan berhitung. Dirinya juga mengritik bila ada SD yang menerapkan tes membaca, menulis dan berhitung sebagai syarat masuk sekolah tersebut.

Menurutnya PAUD lebih menekankan pada pendidikan karakter. Dan itu menjadi prioritas PAUD.

“Pendidikan karakter harus ditekankan di PAUD, bukan calistung. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung, karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajarkan calistung,” ujar Sesjen Kemendikbud Didik Suhardi seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Baca Juga :   Ferdiansyah: Budaya Menjadi Haluan Pembangunan Nasional 

Didik menyebutkan dalam penerimaan peserta didik kelas 1 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain. Dan itu dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, pada Pasal 69 ayat (5). Selanjutnya dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tercantum bahwa persyaratan usia merupakan satu-satunya syarat calon peserta didik kelas 1 SD, yaitu berusia tujuh tahun atau paling rendah enam tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

“Jadi tidak ada tes calistung. Satu-satunya syarat yang diajukan adalah usia, yaitu tujuh tahun untuk masuk SD/MI atau sederajat,” ujarnya.

Baca Juga :   KBBI Braille Mudahkan Penyandang Tunanetra Pelajari Bahasa Indonesia

Menurut dia kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan prasekolah sesungguhnya sudah tinggi. Hanya yang menjadi persoalan adalah mengenai standardisasi penyelenggaraan lembaga PAUD, termasuk pengajaran calistung pada anak-anak usia dini.

“PAUD itu filosofinya adalah tempat bermain, taman bermain.Ini yang harus diluruskan,” katanya. Ia menuturkan, Mendikbud juga akan membuat surat edaran ke sekolah-sekolah dasar supaya tidak memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas 1, dan hanya melihat persyaratan usia.

Menurut Didik, saat ini terjadi kesalahpahaman praktik pendidikan di jenjang PAUD dan SD. Karena saat SD memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas 1, otomatis lembaga PAUD terpaksa mengajarkan calistung kepada anak-anak usia dini. Padahal yang harus ditekankan dalam penyelenggaraan lembaga PAUD adalah penerapan pendidikan karakter untuk anak usia dini.

Baca Juga :   Contoh, Kalteng Berhasil Wujudkan Satu Desa Satu PAUD