Beranda Berita Penting, Sekolah Swasta dan SMK Harus Punya Keunggulan

Penting, Sekolah Swasta dan SMK Harus Punya Keunggulan

535
0
Keterlibatan industri dalam pendidikan vokasi sangat penting karena akan meningkatkan mutu pendidikan vokasi. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Sekolah swasta harus mengembangkan keunggulan khusus yang berbeda dari sekolah lain. Dan, sekolah swasta juga tak perlu malu belajar dari sekolah swasta lain yang mampu menjadi sekolah favorit. Atau sekolah yang memiliki kekhususan di bidang tertentu.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi, mendorong sekolah-sekolah swasta mengembangkan keunggulannya. Mereka harus berbenah untuk meningkatkan kualitas.

“Belajarlah dari sekolah swasta yang sudah bagus. Kita harus menghargaai sekolah swasta favorit. Tak masalah kalau belajar dari sekolah tersebut,” kata Didik Suhardi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Pendidikan Ma’rif Nahdlatul Ulama (NU), di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga :   Berikan Apresiasi SMK, Kemendikbud Gandeng PT. Astra Internasional

Salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan sekolah swasta, menurut Didik, adalah pendidikan karakter. Sekolah swasta yang benar-benar memperhatikan pendidikan karakter, dapat menjadi daya tarik bagi orangtua mengirim anaknya ke sekolah tersebut. Begitu juga sekolah berbasis pondok pesantren, dapat dikembangkan sebagai keunggulan khusus.

Tidak hanya sekolah swasta, SMK juga harus mengembangkan jurusan-jurusan yang memiliki peluang kerja besar bagi lulusannya. SMK seharusnya tak sekadar menyediakan jurusan bagi siswanya.

Saat menetapkan jurusan yang dibuka dan dikembangkan, sekolah harus mengetahui bila jurusan tersebut sangat terbuka bagi lapangan kerja. Jurusan itu diminati pasar karena belum terpenuhi. Berbeda dengan sejumlah jurusan yang sudah jenuh di pasar kerja.

Baca Juga :   Kuliah Duduk Manis, Internet Gratis

“Lulusan bisnis dan administrasi termasuk yang sudah jenuh. Tiap tahun lulusan jurusan ini lebih dari 120 ribu, sedangkan yang terserap dunia kerja hanya antara 12 hingga 13 ribu,” kata Sesjen Kemendikbud.

Sebaliknya banyak jurusan yang masih dibutuhkan di dunia kerja. Hanya masih sedikit SMK yang menyediakan jurusan tersebut.

“Misalnya jurusan pengelasan atau welding, terutama sea welding atau underwater welding. Itu pekerjaan yang sangat spesial dan sangat dibutuhkan. Namun jumlah lulusan jurusan ini sangat sedikit,” ujarnya.

Didik menambahkan bahwa prioritas pemerintah adalah mengembangkan SMK di bidang industri kreatif, ketahanan pangan, kemaritiman, dan pariwisata.

“Saat ini sudah ada SMK yang unik, SMK khusus kopi sudah ada. Begitu juga SMK-SMK yang mendidik siswanya tidak hanya menjadi pegawai namun wiraswasta, seperti jurusan boga, otomotif, dan lain-lain,” ujar Didik Suhardi.

Baca Juga :   Jadi Perdebatan, Zonasi Tetap Akan Diberlakukan