Beranda Berita Kasus Kekerasan Guru Marak, Ini Penyebabnya

Kasus Kekerasan Guru Marak, Ini Penyebabnya

190
0

SahabatGuru–Kasus kekerasan terhadap guru yang dilakukan para siswa, menurut Staf Ahli Menteri Bidang Pendidikan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Arie Budiman, akibat krisis identitas. Oleh sebab itu selain sekolah, orang tua punya peran penting mengatasi hal ini.

“Menurut saya krisis identitas menjadi alasan mengapa selama ini banyak kasus kekerasan yang terjadi kepada para guru, yang dilakukan oleh siswanya sendiri,” katanya di Kupang, Senin (18/2/2019).

Hal ini di sampaikan Arie Budiman usai menjadi pembicara dalam diskusi serta Sosialisasi Buku Panduan dan Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Kontekstual bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Menurut dia proses tumbuh dan berkembang anak-anak usia sekolah mencari identitas diri, kadang-kadang identitas diri yang dicari itu salah kaprah.

Baca Juga :   Ada Ribuan Soal Untuk Tes CPNS

“Kadang identitas diri yang dicari itu jalannya salah. Misalnya menjadi seorang pemberani tetapi jalannya salah,” ujar dia.

Ia mencontohkan kasus pemukulan serta penghinaan terhadap seorang guru SMA di Gresik, Jawa Timur baru-baru ini diduga karena krisis identitas.

Saat ini kata dia, banyak kejadian seperti itu, dan masih banyak dialami oleh para guru di sekolah-sekolah.

Tetapi jika dihitung secara keseluruhan, jumlah kekerasan terhadap guru itu masih rendah jika dibandingkan dengan puluhan ribu sekolah di Indonesia yang mempunyai aturan yang kuat terhadap siswa-siswanya.

Untuk mencegah kejadian seperti itu, kata dia bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua mempunyai peran yang sama.

Baca Juga :   Santri Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

“Peran orang tua itu sangat penting. Pembinaan di rumah itu sangat penting, bahkan peran lingkungan, yakni peran alumni juga penting,” tambahnya.

Disamping itu, untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap guru di lingkungan sekolah, seorang guru juga harus menunjukkan kewibawaannya agar tak dianggap remeh oleh siswanya.(ant/ris)