Beranda Berita SMK-DUDI Perlu Bangun Komitmen Jangka Panjang

SMK-DUDI Perlu Bangun Komitmen Jangka Panjang

178
0

SahabatGuru–Kemitraan antara SMK dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) harus dibina dengan baik. Bahkan kemitraan tersebut perlu dibangun komitmen jangka panjang. Sebab antara SMK dengan DUDI saling membutuhkan sehingga terjadi kerjasama saling menguntungkan.

Demikian diungkapkan Wakil Direktur Politeknik Manufaktur ASTRA, Tonny Pongoh saat Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2019, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

“Dunia industri dan sekolah kejuruan itu pada dasarnya embedded, satu kesatuan, jadi sudah saatnya harus kembali ke khittah-nya,” ujar Tonny Pongoh yang menjadi nara sumber dalam diskusi dalam RNPK.

Kerja sama yang paling mendasar adalah DUDI menerima siswa SMK untuk magang. Tonny sebagai wakil dari DUDI menyukai peserta magang yang telah memiliki dasar-dasar keterampilan yang mamadai.

Baca Juga :   Libur Selama Ramadhan, Sekolah di Purwakarta Adakan 'Pesantren'

“Kami berharap siswa yang akan magang telah dibekali basic skills yang memadai, jangan benar-benar nol,” kata Tonny menambahkan.

Tonny mengatakan pihaknya selalu terbuka bagi para siswa SMK untuk magang. Program magang di dunia usaha dan industri bertujuan mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan ke dunia kerja yang nyata.

“Juga untuk memberikan pengalaman untuk merasakan budaya kerja di industri,” ujarnya lagi.

Wakil Direktur Bidang Akademik tersebut mendorong SMK memiliki teaching factory. Adanya teaching factory di SMK memungkinkan siswa merasakan pengalaman bekerja menghasilkan barang produksi atau jasa.

Dalam sejumlah kesempatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap semakin banyak SMK yang memiliki teaching factory. Salah satu fungsi teaching factory untuk melatih siswa bekerja selayaknya profesional dengan produksi barang atau jasa yang sesuai standar industri.

Baca Juga :   Menggembirakan, Angka Putus Sekolah Dasar Alami Penurunan

“Teaching factory, nantinya akan menghasilkan produk atau jasa yang sesuai standar industri. Kemudian itu bisa dijual dan menjadi bagian dari pemasukan sekolah juga. Setidaknya, anak-anak belajar memproduksi sesuai standar dan mengelola sebuah unit produksi,” kata Mendikbud beberapa waktu yang lalu.(ris/dbs)