Beranda Berita Bunda PAUD Sulsel Berharap Anak Wajib Tamat TK

Bunda PAUD Sulsel Berharap Anak Wajib Tamat TK

335
0
Anak-anak diharapkan lulus TK lebih dulu sebelum masuk SD. Hal itu disampaikan Bunda PAUD Sulsel Liestiaty F. Nurdin kepada Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi di Makassar, akhir pekan lalu. Tampak anak-anak PAUD mengikuti pelajaran di luar ruang kelas.(foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Anak-anak sebaiknya lulus Taman Kanak-kanak (TK) sebelum masuk SD. Pasalnya, pendidikan untuk anak usia dini sangat penting.

Di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), anak-anak sesungguhnya tidak diajarkan pelajaran membaca dan menulis. Mereka diajarkan untuk saling menyayangi sesama teman. Anak-anak sudah diajak bersosialiasi dan bagaimana saling berbagi.

Hal itu disampaikan Bunda PAUD Sulawesi Selatan (Sulsel) Liestiaty F. Nurdin saat berdialog dengan Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi di Makassar, Sabtu (16/2/2019). Bunda PAUD Sulsel meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat regulasi perihal anak-anak yang akan masuk Sekolah Dasar (SD). Mereka wajib tamat Taman Kanak-kanak (TK).

“Saya berharap anak-anak jangan dimasukkan SD dulu bila belum selesai di TK,” ujar Liestiaty pada Dialog Mendikbud dengan Bunda PAUD se-Sulsel, dalam rangka Gebyar Pendidikan dan Capaian Kinerja Tahun 2019, yang dilaksanakan di Baruga Karaeng Pattingalloang.

Baca Juga :   Mantap, Anggaran Pendidikan 2019 Nyaris Rp500 Triliun

“Di taman kanak-kanak, anak-anak diajarkan bagaimana motoriknya. Mereka diajarkan saling menyayangi sesama teman, dan juga bagaimana saling berbagi,” kata Liestiaty.

Pasalnya anak-anak pada usia 5-6 tahun masih dalam tahap mengembangkan keterampilan sosial dan motorik atau gerak. Sedangkan untuk mulai belajar di kelas 1 SD, anak harus sudah bisa serius mengikuti pelajaran dalam waktu yang cukup lama dan dalam ruang yang terbatas.

Menurut istri Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah, ini PAUD tidak mengutamakan membaca dan menulis. Ini yang menjadikan Liestiaty berharap agar orangtua tidak menuntut anak-anaknya sudah harus bisa membaca dan menulis sebelum masuk SD.

“Sampai saat ini belum ada aturan yang mengharuskan anak-anak bisa baca tulis untuk diterima di SD,” ucapnya.

Baca Juga :   Selain Zonasi, PPDB di Yogyakarta Juga Memperhatikan Nilai Ujian

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan bila pendidikan di level PAUD sangat penting. Bila pendidikan diibaratkan sebuah rumah, maka PAUD adalah pekarangan yang menjadi pondasi berdirinya rumah. Hanya pekarangan itu memang belum sepenuhnya dibersihkan.

“Yang saya maksud pekarangan ini adalah pendidikan untuk anak usia dini,” ujar Muhadjir.