Beranda APKASI Kerjasama Apkasi-YPAN, Bupati Melawi Buka Program Professional English Training ke II

Kerjasama Apkasi-YPAN, Bupati Melawi Buka Program Professional English Training ke II

185
0

SahabatGuru–Bupati Melawi, Kalimantan Barat, Panji, S.Sos membuka Program Peningkatan Kualitas SDM Professional English Training Gelombang ke II, Rabu (13/2/2019). Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Apkasi, Jakarta ini diikuti 22 peserta perwakilan dari Kabupaten di seluruh Indonesia.

“Saya berharap kepada para peserta agar ilmu yang telah didapatkan ini dimanfaatkan dan dikembangkan ke daerah masing-masing,” ujar Bupati Melawi Panji, S.Sos saat sambutan pembukaan Program Peningkatan Kualitas SDM melalui rangkaian kegiatan Profesional English Training gelombang ke II di Jakarta.

Dia mengingatkan kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan bagi SDM di daerah. Terutama saat menerima tamu dari negara lain. Baik wakil pemerintah negara sahabat maupun kalangan pebisnis yang akan menanamkan modal. Dia menekankan agar kemampuan berbahasa Inggris tidak menjadi kendala menerima tamu yang datang dari negara lain.

“Jadi sangat disayangkan jika problem kesulitan dalam berkomunikasi dapat menghambat hubungan bilateral antarnegara sehingga negara lain mengurungkan niatnya dalam berinvestasi,” papar Bupati Melawi, Panji S.Sos.

Menurut Himatul Hasanah, M.Si, Staf Ahli Bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) program Peningkatan SDM Daerah ini berupa Workshop Bahasa Inggris Super Cepat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi SDM Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) diseluruh tanah air dalam menghadapi era globalisasi.

Baca Juga :   APKASI-Pemkab OKU Setujui Tingkatkan Mutu Pendidikan

“Apkasi melihat, Sumber Daya Manusia harus mendapat perhatian dan bimbingan intensif. Sehingga setiap individu profesional dapat memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa Inggris, guna menguasai komunikasi di pasar bebas MEA,” ujar Himatul Hasanah, M.Si.

Himmatul Hasanah mengungkapkan satu dari sekian permasalahan yang terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara merata. Menurut dia kualitas SDM sangat fundamental dalam menjaga masa depan bangsa dan pondasi kuat ditengah sengitnya persaingan regional dan global.

“Jika pengelolaan SDM di daerah terus dibiarkan seperti saat ini dan tidak mendapat perhatian, sulit rasanya bisa bangkit dan bersaing dengan SDM-SDM dari negara-negara lain. Hal ini terus-menerus menjadi bahan kajian di Apkasi bersama para bupati seluruh Indonesia,” papar dia.

Di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) ini, menurut dia, Indonesia sendiri memiliki SDM yang mendapatkan kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat bertahan dan bersaing di era yang serba cepat. Oleh sebab itu, Himmatul Hasanah menegaskan, SDM menjadi kunci penting untuk memenangkan persaingan global. Tenaga profesional dalam negeri bersaing dengan tenaga kerja asing dan menimbulkan persaingan ekonomi yang ketat.

Baca Juga :   Kerjasama APKASI-YPAN, Guru Lombok Utara Ikuti Pelatihan Bahasa Inggris

“Kondisi ini menyebabkan adanya urgensi terhadap kemampuan bahasa Inggris. Seperti kita ketahui bersama, di Asia, tingkat kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih dibawah Malaysia dan India yang berada di level tinggi, lalu diikuti oleh Korea Selatan, Vietnam, Jepang dan Taiwan,” papar Himmatul Hasanah.

Himatul Hasanah mengungkapkan, berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh salah satu lembaga nonformal di Indonesia tentang indeks kecakapan Bahasa Inggris, peringkat Indonesia semakin menurun. Pada 2017 turun dari peringkat 32 (yang masih bisa disebut menengah ) menjadi peringkat 39 (menjadi tingkat kemahiran rendah). Bahkan Indonesia masih dibawah Pakistan.

“It’s so dangerous for Indonesia. So, hal tersebut menunjukkan perlu adanya kesadaran dari masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris, yang disertai dukungan dari berbagai pihak,” ujar dia.

Perhatian itu, menurut dia, baik langsung dari Kepala Daerah dalam meningkatkan kualitas SDM di masing–masing sektor, instansi dan Dinas terkait, sebagai pengeksplor kekayaan Negara di kabupaten masing-masing, sesuai dengan bidangnya di mata dunia yang tentu saja membutuhkan Bahasa Internasional yaitu bahasa inggris. Selain itu juga perlu perhatian dan dukungan para pelaku sektor pendidikan, baik dari sektor
formal maupun informal yang justru memiliki tugas penting untuk mempersiapkan anak-anak bangsa sebagai penerus dengan kemampuan yang siap untuk menghadapi era Global.

Baca Juga :   Sosialisasi APKASI-YPAN, Bupati Barito Kuala : Kualitas Pendidikan Harus Ditingkatkan

“Negara-negara lain di ASEAN melihat Indonesia sebagai pasar besar bagi pekerja mereka. Mereka berusaha mempelajari bahasa Indonesia agar bisa bersaing dengan pekerja
lokal. Sementara Indonesiapun juga memiliki SDM yang luar biasa baik dibidang teknologi maupun bidang-bidang yang lain yang tidak kalah penting. Tetapi masih perlu bekerja keras untuk membekali dengan kecakapan berkomunikasi,” papar Himmatul Hasanah.

Pada bagian lain Himmatul Hasanah juga mengungkapkan bahwa sebagai organisasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia, APKASI saat ini telah menjadi lembaga yang diperhitungkan oleh berbagai kalangan. Bukan hanya pemerintah dan DPR RI atau DPD RI saja, tapi juga dari akademisi, LSM, praktisi hukum dan masyarakat luas. Hal tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi APKASI yaitu menjadi mitra strategis pemerintah maupun lembaga lain yang memiliki visi yang sama dengan APKASI dalam memperjuangkan
kepentingan dan aspirasi daerah.

“Kegiatan hubungan kelembagaan yang dilakukan APKASI telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap programprogram pembangunan nasional. Eksistensi APKASI setidaknya telah menjadi main resource bagi sejumlah lembaga dalam memahami perkembangan dan pembangunan daerah,” ujar dia.(ris)

Facebook Comments

Komentar