Beranda Berita RNPK, Menjadikan Guru Sebagai ‘Ibu Pendidikan’

RNPK, Menjadikan Guru Sebagai ‘Ibu Pendidikan’

38
0
Probelm guru merupakan salah satu masalah pelik di pendidikan. Melalui Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, penataan dan pemetaan guru akan menjadi salah satu bahasan. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Persoalan guru merupakan salah satu masalah pelik di sektor pendidikan. Padahal pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Ini yang menjadikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bertekad untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul di sektor pendidikan, salah satunya adalah guru.

Melalui Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 yang digelar pada 11-14 Februari, pengangkatan dan pemetaan guru menjadi salah satu pokok bahasan pada forum terbesar di bidang pendidikan dan kebudayaan itu.

“Jadi ke depan kita menjadikan guru sebagai ibu pendidikan,” ujar Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing sekaligus sebagai ketua steering comittee RNPK 2019, Ananto Kusuma Seta, di Jakarta, Jumat, (8/02/2019).

Baca Juga :   Budi Prihatini, S.Pd, Srikandi dari Lereng Gunung Muria

Ananto menjelaskan APBN tahun 2019 mencapai Rp2.461,1 triliun. Sebanyak 20% dari anggaran tersebut atau sebesar Rp 492,5 triliun diperuntukkan bagi sektor pendidikan. Dari anggaran sektor pendidikan tersebut, sebesar Rp 308,38 triliun atau 62,62% ditransfer ke daerah. Sisanya didistribusikan kepada 20 kementerian/lembaga yang melaksanakan fungsi pendidikan.

Anggaran pendidikan terbesar ada di Kementerian Agama (Kemenag) yakni sebesar Rp 51,9 triliun (10,53%). Di posisi kedua Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebesar Rp40,2 triliun (8,14%). Sedangkan Kemendikbud menempati posisi ketiga dengan jumlah anggaran Rp 35,99 triliun (7,31%).

“Ini artinya tanggung jawab pendidikan semakin dilimpahkan ke daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Dengan anggaran yang semakin besar dari waktu ke waktu dan kewenangan juga semakin diperbesar,” ujar Ananta seperti dikutip kemdikbud.go.id.

Baca Juga :   Tingkatkan Layanan PAUD, Kemendikbud Kerjasama Dengan Uni Eropa

Dilanjutkannya, “Tahun 2019, Kemendikbud sudah tidak lagi mengelola dana bantuan fisik karena langsung ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) dan kami akan lebih fokus kepada pembinaan mutu, pengawasan, regulasi, dan afirmasi. Oleh karena itu, saya mohon kepada Bapak dan Ibu untuk bekerja sama dengan kami. Maju atau tidaknya pendidikan ditentukan oleh kinerja masing-masing kabupaten dan kota.”

Mengenai pengangkatan guru, saat ini guru yang pensiun setiap tahunnya mencapai 40-50 ribu guru setiap tahunnya. Hal ini dapat berdampak pada sistem belajar mengajar di sekolah sehingga tidak ada pilihan lain selain mengangkat guru PNS baru. Oleh karena itu, dibutuhkan diskusi untuk menindaklanjuti masalah penataan dan pengangkatan guru.

Baca Juga :   Presiden: Terima Kasih Guru Yang Ajarkan Moral dan Budi Pekerti

Komentar