Beranda Berita Rembuk Nasional 2019 Untuk Majukan Pendidikan dan Kebudayaan

Rembuk Nasional 2019 Untuk Majukan Pendidikan dan Kebudayaan

39
0
Rembuk Nasional kembali diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Rembuk Nasional akan dibuka Presiden Joko Widodo. Seperti Rembuk Nasional sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akan menjadi salah satu pembicara dari kementerian.(foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNBK) kembali diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Rembuk tersebut merupakan wujud membangun sinergi antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan masyarakat.

RNPK digelar di kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, mulai Senin (11/2/2019) sampai Kamis (14/2/2019). Rencananya, RNPK dibuka oleh Presiden Joko Widodo, pada Selasa (12/2/2019).

“Dengan diselenggarakannya RNPK diharapkan dapat membangun sinergi pusat dan daerah serta masyarakat untuk menyukseskan program-program prioritas sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita. Rembuk Nasional juga sekaligus merumuskan rancangan kebijakan pendidikan dan kebudayaan tahun 2020,” jelas Ananto Kusuma Seta, Ketua Steering Committee RNPK di Jakarta, Jumat lalu.

Baca Juga :   Ada Gugus Tugas, PPDB 2019 Lancar

Dengan diselenggarakannya RNPK ini dapat berbagi pengalaman dan informasi terkait praktik baik serta permasalahan yang dihadapi dalam mengelola pendidikan dan kebudayaan. Permasalahan yang dihadapi kemudian dirumuskan solusi yang dapat diadopsi oleh pihak-pihak terkait.

“Penyelenggaraan RNPK ini menjadi wadah dan upaya meningkatkan kerja sama berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan dan kebudayaan,” tutur Ananto yang juga Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud.

Dengan RNPK yang mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, seluruh peserta yang terdiri atas semua pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan dapat bersinergi dalam membuat strategi ke depan. Mereka menyukseskan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan.

Baca Juga :   SMK Al-Falah Tasikmalaya Resmi Menjadi Grade A dari TBSM Yamaha

“Dengan tema tersebut beberapa isu strategis terkait pendidikan dan kebudayaan menjadi pokok bahasan dalam RNPK,” ujar Ananto.

Isu-isu strategis yang akan dibahas dalam diskusi kelompok, terdiri atas: Penataan dan Pengangkatan Guru, Revitalisasi Pendidikan Vokasi, meliputi pengembangan sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri, penguatan kewirausahaan, dan penuntasan peta jalan revitalisasi pendidikan vokasi di provinsi. Selanjutnya Sistem Zonasi Pendidikan; Pemajuan Kebudayaan; dan Penguatan Sistem Perbukuan dan Penguatan Literasi.

RNPK menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari Kemendikbud, maupun dari luar Kemendikbud. Pembicara dari dalam Kemendikbud terdiri atas Mendikbud, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Kepala Balitbang Kemendikbud, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah, dan Ketua BAN PAUD dan Pendidikan Non Formal.

Baca Juga :   Pameran di RNPK Diikuti Pelaku Usaha Mitra Pendidikan

Sedangkan pembicara dari luar Kemendikbud akan hadir Menteri Koordinator Bidang PMK, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Ketua KPK, Bupati Tulang Bawang Barat, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Bupati Banyumas, Bupati Banyuwangi, Wakil Bupati Sumba Timur, dan Kadisdik Provinsi DI. Yogyakarta.

Selain itu juga ada pembicara dari dunia usaha dan dunia industri yang akan berbagi pengalaman dalam penguatan pendidikan vokasi, yaitu PT. Astra Internasional.Tbk; dan PT. Benih Citra Asia Jember.  Ada juga berbagi kisah sukses dari Djohan Yoga, serta peluncuran “Dapobahasa” dan “Rumah Belajar”.

RNPK tahun 2019 melibatkan 1.232 peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di pusat maupun di daerah termasuk organisasi sosial dan komunitas pendidikan dan kebudayaan.

Komentar