Beranda Berita Siswa di Daerah Terdampak Bencana Masih Belajar di Kelas Darurat

Siswa di Daerah Terdampak Bencana Masih Belajar di Kelas Darurat

130
0
Mendikbud Muhadjir Effendy saat meninjau Palu yang terkena bencana gempa dan tsunami. Siswa yang terdampak bencana masih belajar di tempat darurat. (foto: istimewa)

SahabatGuru – Kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak bencana di Lombok dan Palu masih dilakukan secara darurat. Para siswa terpaksa menempati dan belajar di kelas-kelas darurat.

Kelas darurat itu memang dibangun dan disediakan pemerintah untuk menggantikan sekolah yang rusak akibat bencana. Setelah bencana Lombok dan Palu, banyak sekolah yang rusak sehingga tidak bisa dipergunakan. Agar kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu, pemerintah membangun tenda-tenda yang bisa menggantikan kelas.

“Mereka belajar di tenda. Namun para siswa secara bertahap akan dialihkan. Kemendikbud memang memastikan kegiatan belajar-mengajar di lokasi bencana bisa kembali berjalan normal,” kata Mendikbud di Malang, Selasa (5/2/2019).

Dijelaskan Muhadjir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian PUPR telah berkoordinasi untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar agar kembali ke sekolah permanen. Berdasarkan Keppres, tugas Kemendikbud hanya memastikan bahwa KBM di lokasi bencana dapat berjalan normal.

Baca Juga :   Ternyata, SMK Masih Butuh Ribuan Guru 

“Kami menyiapkan tenda darurat bersama UNICEF. Setelah anak-anak dibangunkan kelas darurat oleh PUPR, tugas kami sebetulnya sudah bisa dibilang sudah selesai,” ucapnya.

Akibat bencana yang menerjang di Lombok dan Palu, ribuan sekolah rusak. Di Lombok, 553 sekolah rusak akibat bencana gempa bumi. Sedangkan akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, sekitar 2.736 sekolah mengalami kerusakan.

Setelah Lombok dan Palu, Indonesia kembali diterjang tsunami di Lampung dan Banten. Hanya, kerusakan di dua daerah itu, menurut Muhadjir, tidak banyak sekolah yang rusak. Meski demikian ada kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di kelas darurat.