Beranda Berita KBBI Braille Mudahkan Penyandang Tunanetra Pelajari Bahasa Indonesia

KBBI Braille Mudahkan Penyandang Tunanetra Pelajari Bahasa Indonesia

188
0
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar menyerahkan satu set KBBI V Braille dan Sejarah KBBI untuk Perpustakaan Nasional. (foto: kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Penyandang disabilitas atau tunanetra akan lebih mudah mempelajari Bahasa Indonesia jika ditunjang dengan berbagai bahan bacaan dengan huruf Braille. Selain itu tersedianya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi huruf Braille sudah sangat diperlukan. Mereka akan sangat terbantu saat mencari arti kata-kata dalam Bahasa Indonesia.

KBBI Braille sendiri telah dicetak dan diharapkan membantu penyandang tunanetra dalam belajar Bahasa Indonesia. Pencetakan KBBI Braille merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso” Kementerian Sosial (Kemensos).

Penyusunan KBBI Braille diperuntukkan bagi penyandang tunanetra. Seperti dikutip dari laman Badan Bahasa, KBBI Braille disusun untuk mewujudkan keadilan dan kesamarataan informasi untuk semua kalangan masyarakat, yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Baca Juga :   Mantap, Pemerintah Alokasikan Rp 4,47 Triliun untuk BOP PAUD  

Alih huruf menjadi KBBI Braille dilakukan dengan melibatkan penyandang tunanetra sebagai pengguna kamus. Setelah pengalihan ke huruf Braille selesai dan dicetak, penyandang disabilitas netra kemudian melakukan penyuntingan. Ini untuk menghindari kesalahan penulisan, keterbacaan, dan sebagainya. Selanjutnya, KBBI Braille dicetak dan dijilid secara khusus.

Dalam setiap jilidnya, KBBI Braille berisi 50 lembar kertas khusus cetakan Braille. Secara keseluruhan, KBBI Braille terbagi menjadi 139 jilid, yang setiap jilidnya terdiri atas bagian depan kamus yang berisi petunjuk pemakaian, bagian batang tubuh berupa entri kamus dari A-Z, dan bagian belakang yang berisi lampiran.

Dari segi isi, KBBI Braille tidak berbeda dari KBBI V. Tampilan luar KBBI Braille berupa jenis serta ukuran huruf, warna, logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan sebagainya juga sama dengan KBBI V. Perbedaannya hanyalah pada tambahan nama instansi pengalih huruf berikut pencetaknya serta logo Braille.

Baca Juga :   Aplikasi Bahasa Diluncurkan, WNA Kian Mudah Belajar Bahasa Indonesia

Penyandang disabilitas netra juga bisa memanfaatkan KBBI Braille di Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) yang menyerahkan satu set KBBI V Braille untuk Perpusnas. Ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan KBBI Braille

“Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Perpusnas memiliki visi dan misi yang sama, yaitu mencerdaskan anak bangsa melalui bahan literasi. Jadi kami berharap masyarakat yang membutuhkan KBBI V Braille dapat memanfaatkan kamus ini dengan baik,” kata Dadang Sunendar saat menyerahkan satu set (139 jilid) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V Braille dan 1 jilid Sejarah KBBI kepada Perpusnas di Jakarta.

 “Adalah tugas kita bersama untuk mencerdaskan anak bangsa. Badan Bahasa dan Perpusnas memiliki visi dan misi yang sama, dan kita harus bersinergi mewujudkan visi dan misi itu,” ujar Dadang.

Baca Juga :   Sudah Tersedia, KBBI Braille Bagi Penyandang Disabilitas Netra