Beranda Berita Pensiunan Belum Bisa Diharapkan Isi Kekurangan Guru 

Pensiunan Belum Bisa Diharapkan Isi Kekurangan Guru 

327
0
Rencana memberdayakan pensiunan guru untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar belum tentu bisa dilaksanakan karena para pensiunan mungkin kurang tertarik untuk kembali mengajar. Sebuah ilustrasi guru saat mengikuti upacara. (foto: G. Susatyo)

SahabatGuru – Rencana mengisi kekurangan guru dengan memberdayakan tenaga pengajar yang pensiun mungkin tidak mudah untuk diterapkan. Tidak menutup kemungkinan guru-guru yang memasuki masa pensiun tidak tertarik untuk kembali berdiri di hadapan para muridnya.

“Rencana itu memang bagus dengan memberdayakan pensiunan. Hanya itu sifatnya tidak wajib. Kita tentu menyerahkannya kepada guru pensiunan. Apakah mereka bersedia kembali mengajar atau tidak,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

“Belum tentu mereka tertarik kembali mengajar. Bisa jadi para pensiunan itu memang ingin sepenuhnya beristirahat setelah berpuluh tahun menjadi pengajar. Padahal, mereka diharapkan bisa mengisi kekurangan guru karena tidak bisa mengangkat guru honorer lagi,” kata Kadispora lagi.

Baca Juga :   Tak Cukup Pendidikan Karakter, BNPB Minta Kebencanaan Masuk Kurikulum

Muhadjir Effendy merencanakan untuk memberdayakan guru yang pensiun untuk mengisi kekurangan guru. Bila rencana itu bisa dilaksanakan, maka problem kekurangan guru bisa teratasi tanpa perlu mengangkat guru honorer.

Solusi tersebut memang bisa mengatasi persoalan bila pensiunan guru menerima tawaran tersebut. Mereka jelas lebih berpengalaman dan sudah pasti tidak menuntut untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Honornya pun tidak menjadi masalah karena mereka masih memiliki pensiunan. Persoalannya tidak semua guru yang sudah pensiun menerima tawaran tersebut. Begitu pula bila mereka bersedia tetapi sekolah masih kekurangan guru, lalu bagaimana? Ini yang harus dicari solusinya,” ujar Kadarmanta menerangkan.

Menurut Kadispora kekurangan guru dialami sekolah-sekolah di DIY. Di tingkat SD dan SMP, kekurangannya bisa mencapai 1000 guru untuk setiap kabupaten dan kota. Sedangkan kekurangan guru di SMA dan SMK tidak terlalu besar karena hanya 500 guru di setiap kabupaten.

Baca Juga :   Anang Hermansyah Sambut Positif Penarikan RUU Permusikan dari Prolegnas

“Guru honorer di SMA dan SMK Negeri ada sekitar 3000 orang. Mereka yang tidak lolos CPNS memang diharapkan mendaftar di PPPK,” katanya.