Beranda Berita Mendikbud Tegaskan Ada NIK Bukan Berarti Hapuskan NISN

Mendikbud Tegaskan Ada NIK Bukan Berarti Hapuskan NISN

250
0
Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak akan menghapus Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Integrasi harus dilakukan karena akan dijadikan satu data tunggal nasional. (foto: Istimewa)

SahabatGuru – Penerapan data tunggal tidak berarti menghapuskan data yang lama. Meski sudah ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak serta-merta menghapus Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Integrasi tersebut tidak secara total menghilangkan NISN.

“Saat mengintegrasikan NISN ke NIK tidak otomatis menghilangkan NISN. Hanya teknis integrasi data siswa masih dikaji lebih dalam,” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih membahas aturan teknis rencana integrasi itu. Integrasi secepatnya diberlakukan, karena merupakan salah satu instruksi dari Presiden Joko Widodo agar dijadikan sebagai satu data tunggal nasional.

Baca Juga :   Ternyata, Gaji P3K Dipastikan Sama Dengan PNS

Sebelumnya, siswa di seluruh jenjang pendidikan tidak lagi menggunakan NISN, melainkan NIK. Hal tersebut merupakan dampak diintegrasikannya Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Muhadjir menjelaskan, kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Integrasi ini diharapkan dapat mendukung kebijakan sistem zonasi yang diterapkan pada PPDB.

“Bila sebelumnya orangtua datang untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah, kini dengan dukungan aparat Kemendagri ini nantinya sekolah bersama aparat desa dan aparat kelurahan yang jemput bola mendata anak ini akan masuk ke sekolah mana. Siswa sudah ditetapkan pemerintah, termasuk ke sekolah ngeri,” ujar Muhadjir.

Baca Juga :   Undang Guru Luar Negeri, Ini Penjelasan Menko Puan Maharani