Beranda Berita Kejuaraan Renang Antarsekolah, Wadahi Siswa Yang Tekuni Ekstrakurikuler Renang

Kejuaraan Renang Antarsekolah, Wadahi Siswa Yang Tekuni Ekstrakurikuler Renang

181
0
Kejuaraan nasional renang antarsekolah dan perguruan tinggi yang digelar di Sleman, Yogyakarta, bisa menjadi wadah bagi siswa yang menekuni renang lewat kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. (foto: istimewa)

SahabatGuru – Kegiatan ekstrakurikuler seharusnya tidak sekadar menjadi tempat mengembangkan talenta siswa. Talenta yang dimiliki siswa setidaknya kian terasah dan di bidang yang ditekuninya mereka bisa meraih prestasi.

Tak sedikit sekolah yang sesungguhnya menjadikan ekstrakurikuler hanya untuk mengisi kegiatan siswa di sore hari. Sebuah SD di Sleman, DI Yogyakarta, misalnya menyediakan pelatih sepak bola atau bulu tangkis agar siswa tidak sekadar belajar cara bermain bulu tangkis atau sepak bola yang tepat.

Hanya siswa tak sekadar berlatih tetapi perlu juga mengikuti kejuaraan untuk mengasah mental. Kejuaraan nasional renang antarsekolah dan perguruan tinggi yang digelar di Sleman, setidaknya bisa menjadi wadah bagi siswa yang menekuni olahraga tersebut melalui ekstrakurikuler.

Baca Juga :   Sistem ATM Kian Mudahkan Penerima KIP

Kejuaraan tersebut digelar oleh Forum Klub Renang Sleman (FKRS) di kolam renang AAU pada Sabtu (2/2/2019) dan Minggu (3/2/2019). Menurut panitia penyelenggara, Ismadi, kejuaraan diikuti sekolah dari SD, SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

“Kejuaraan ini mewadahi kegiatan renang yang diikuti siswa melalui ekstrakurikuler. Harus diakui, kejuaraan antarsekolah masih minim. Jadi, kami menyelenggarakan yang mempertemukan siswa sekolah sejak SD sampai perguruan tinggi,” ujar Ismadi.

Menurut dia adanya kejuaraan akan memacu guru olahraga untuk lebih giat membina siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Apalagi kegiatan ekstrakurikuler anak memang tidak terlalu intensif. Paling banter, mereka hanya berlatih seminggu sekali karena ekstrakurikuler sekolah tidak hanya olahraga tetapi juga seni dan masih banyak lagi.

Baca Juga :   Aplikasi Bahasa Diluncurkan, WNA Kian Mudah Belajar Bahasa Indonesia

“Latihan siswa di kegiata ekstrakurikuler mungkin kurang karena mereka hanya berlatih seminggu sekali atau dua kali saja. Siswa yang menekuni olahraga tertentu biasanya menambah latihan di klub. Termasuk mereka yang berlatih renang. Ada sekolah yang mewadahi cabang olahraga itu meski kuantitas latihan tidak banyak. Mereka pun berlatih lebih intensif di klub renang,” tutur Ismadi.

Sekolah pun antusias menyambut kejuaraan olahraga. Ini yang menjadikan peserta yang mengikuti kejuaraan sangat tinggi karena bisa mencapai 700 siswa dari SD sampai perguruan tinggi.

“Siswa dari SD yang sangat antusias mengikuti kejuaraan. Ini tentu menggembirakan. Apalagi dasar pembinaan atlet harus dimulai dari anak-anak yang saat ini duduk di bangku SD. Kejuaraan ini bisa menjaring atlet muda bertalenta yang kebetulan tidak masuk klub. Tentu kami sarankan dia masuk klub untuk meningkatkan kemampuan,” katanya.

Baca Juga :   Kado Spesial Presiden Jokowi Untuk Guru Honorer

Meski bertajuk antarsekolah dan perguruan tinggi, namun kejuaraan renang tersebut tetap didasarkan pada usia atlet. Dengan demikian, anak SD yang berusia 12 tahun bisa bersaing menghadapi anak SMP yang berusia 13 tahun. Mereka akan masuk Kelompok Umur (KU) 3, yaitu untuk atlet yang berusia 12 sampai 13 tahun.

Dari perguruan tinggi yang mengikuti kejuaraan itu di antaranya, UGM, UNY, UPN, Universitas Atmajaya, UNDIP, UNS, UNJ dan masih banyak lagi.

Facebook Comments

Komentar