Beranda Berita Gubernur Sulsel: Jabatan Kepala Sekolah Tidak Ditentukan Amplop

Gubernur Sulsel: Jabatan Kepala Sekolah Tidak Ditentukan Amplop

357
0
Gubernur Sulawesi Selatan Profesor HM Nurdin Abdullah menegaskan untuk menjadi kepala sekolah ditentukan oleh prestasi dan bukan amplop. Adanya jual beli jabatan berarti menghancurkan nilai-nilai pendidikan. (foto: Istimewa)

SahabatGuru – Sentilan keras disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Profesor HM Nurdin Abdullah terkait dengan jabatan kepala sekolah. Gubernur menegaskan kepala sekolah harus bisa bekerja profesional dan tahu kapasitas sebagai penanggung jawab di sekolah.

Hal itu disampaikan Nurdin saat menutup Rakor Pendidikan Dinas Pendidikan Sulsel di Makasssar, Jum’at (18/1/19). Tak hanya itu, dalam sambutannya Gubernur juga menyindir rumor jabatan di lingkungan pendidikan yang diperjualbelikan. Ditegaskannya untuk menjadi kepala sekolah tidak dengan ketebalan amplop.

“Untuk menjadi kepala sekolah dan mempertahankan posisi bukan ditentukan oleh ketebalan amplop tapi dengan prestasi,” kata Gubernur seperti dikutip Tribun-Timur.com.

Sebelumnya Nurdin pernah menyatakan hal tersebut. Dalam wawancara dengan Majalah SahabatGuru, Nurdin mengritik adanya jual beli jabatan di lingkungan pendidikan. Dan itu yang menghancurkan nilai-nilai pendidikan.

Baca Juga :   Joyful Learning Yang Smart dan Tidak Membosankan di Kebumen

Padahal, menurutnya, pendidikan adalah benteng utama dalam keluarga. Dengan pendidikan anak-anak yang berkualitas akan memotong rantai kemiskinan dalam keluarganya.

“Coba bila pimpinan daerah seenaknya menggunakan uang untuk mengomersialkan kedudukan kepala sekolah. Tindakan ini jelas menghancurkan nilai-nilai pendidikan,” ujarnya.

Dilanjutkan oleh mantan Bupati Bantaeng ini, “Jadi siapa kepala sekolah yang berprestasi, inovatif, lebih dicintai guru-guru dan siswa, kita pertahankan.”

Gubernur juga mengatakan kepala sekolah harus menjadi contoh. Pasalnya, kepala sekolah adalah pemimpin para pendidik. Sungguh ironis bila pimpinan sebuah sekolah justru bermasalah dengan hukum.

Apalagi kepala sekolah tak sekadar pemimpin bagi para pendidik, dia juga harus menjadi contoh bagi anak didik.

Baca Juga :   Jawa Timur Juara Gala Siswa Indonesia Tingkat SMP

“Bapak ibu adalah para pendidik yang harus menjadi contoh. Saya miris kalau dengar para kepala sekolah yang bermasalah dengan hukum. Terpenting, guru tetap menjaga etika dan menjadi contoh bagi anak didik,” katanya lagi.