Beranda Berita Tingkatkan Layanan PAUD, Kemendikbud Kerjasama Dengan Uni Eropa

Tingkatkan Layanan PAUD, Kemendikbud Kerjasama Dengan Uni Eropa

152
0
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerjasama dengan Uni Eropa untuk meningkatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). (foto: Kemdikbud.go.id)

SahabatGuru – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berusaha meningkatkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusif dan berkualitas. Demi peningkatan itu, Kemendikbud melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bekerjasama dengan Uni Eropa.

Kerjasama itu diwujudkan dengan meresmikan Program Penguatan Masyarakat Sipil dan Akuntabilitas Sosial untuk Peningkatan Akses terhadap Layanan PAUD Inklusif dan Berkualitas di Jakarta, pada Selasa (15/01/2019). Program tersebut dilaksanakan di tiga kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Kupang. Program yang pendanaannya mencapai 750 ribu euro ini akan selesai pada tahun 2021.

Direktur Pembinaan PAUD, Ditjen PAUD dan Dikmas, Muhammad Hasbi, menjelaskan program dilaksanakan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK), Sumba Integrated Development (SID), dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Madani (LPMM). Mereka dikoordinir oleh Barnfonden, sebuah organisasi dari Swedia, merupakan anggota dari Aliansi Childfund.

Menurut Hasbi, proyek akuntabilitas sosial ini membahas bagaimana memberdayakan ekosistem untuk membangun anak usia dini dengan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, dari desa sampai kabupaten.

Baca Juga :   Kemendikbud: Calistung Tidak Wajib Bagi Anak PAUD

“Sebelumnya kami fokus pada pembangunan insan saja. Kini, kami mengelola insan dan ekosistemnya. Apa yang dikerjakan oleh Barnfonden dan tim konsorsium yang didukung oleh Uni Eropa ini sesuai dengan langkah dari Kemendikbud. Kami mendukung program ini dan program apa pun yang fokus pada anak usia dini Indonesia,” ujar Hasbi seperti dikutip dari Kemdikbud.go,id.

Sementara, Manajer Program dari Uni Eropa, Pierre Destexhe, mengungkapkan pihaknya telah menjadi salah satu mitra terbesar yang mendukung pendidikan di Indonesia sejak 2010. Melalui kemitraan itu, Uni Eropa telah mengucurkan total dana sebesar 5,7 trilun rupiah. Lebih dari 55.000 sekolah dan tujuh juta siswa di 108 daerah telah mendapatkan manfaat langsung dari bantuan Uni Eropa.

Baca Juga :   Tegas, Mendikbud Tak Masukkan Edukasi Bencana Jadi Mata Pelajaran

“Kami percaya pendidikan merupakan salah satu pengaruh yang paling besar dan nyata dalam kehidupan masyarakat. Proyek ini akan meningkatkan standar kualitas pendidikan anak usia dini dan untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal,” ujar Destexhe.

Program ini bertujuan meningkatkan akses terhadap layanan PAUD inklusif dan ramah anak melalui penguatan kapasitas dari pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil. Kerjasama di antara keduanya diharapkan memberi dampak yang terukur dari pembuatan kebijakan, dan alokasi sumber daya serta kualitas dari layanan itu sendiri.

Proyek ini diharapkan memberikan manfaat bagi 50 ribu anak usia tiga sampai lima tahun, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dan anak terpinggirkan.

Facebook Comments

Komentar