Beranda Berita Masih Banyak Sekolah Belum Terapkan Sistem Zonasi

Masih Banyak Sekolah Belum Terapkan Sistem Zonasi

270
0
Mendikbud Muhadjir Effendy menegaskan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tidak diberlakukan lagi pada PPDB tahun ajaran 2019/2020. (foto: Kemendikbud)

SahabatGuru – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih belum sepenuhnya diterapkan oleh sekolah-sekolah. Banyak sekolah yang menolak siswa meski jarak rumahnya tidak jauh dari sekolah tersebut. Hal tersebut merupakan hasil evaluasi PPDB 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan bila sebagian besar sekolah belum bisa menerapkan prinsip zonasi. Akibatnya siswa yang terseleksi belum sepenuhnya didasarkan pada jarak antara sekolah dan tempat tinggal peserta didik.

Tak hanya itu. Masih ada sekolah yang tidak mengacu Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 dalam penerapan kuota zonasi, prestasi, dan perpindahan domisili. Tak heran bila banyak sekolah yang mengumumkan daya tampung yang tidak sesuai dengan rombongan belajar (rombel) yang ada. Di sisi lain ada pula sekolah yang daya tampungnya melebihi ketentuan rombel.

Baca Juga :   Pianis Bocah Asal Kendal Ini Siap Pecahkan Rekor Dunia di Berlin

Namun perubahan penting dalam Permendikbud adalah penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu. Pada PPDB tahun ajaran 2019/2020, calon peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu harus dibuktikan dengan program penanganan keluarga tidak mampu seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tahun ini kondisi kemampuan ekonomi keluarga peserta didik dibuktikan dengan keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah atau pemerintah daerah. Sistem zonasi ini akan menjadi cetak biru yang digunakan Kemendikbud dalam mengidentifikasi setiap masalah di pendidikan,” ujar Mendikbud.

Meski demikian, Mendikbud tetap berharap sekolah bertindak proaktif dalam mendata anak yang kurang mampu di zona masing-masing. Saat mereka mendaftar, sekolah sudah memiliki data mereka.

Baca Juga :   Guru Honorer Berusia di Atas 35 Tahun Disarankan Daftar PPPK

“Kami berharap sekolah proaktif mendata siswa kurang mampu yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Muhadjir.