Beranda Berita 1000 Guru SMK Dikirim ke Singapura

1000 Guru SMK Dikirim ke Singapura

81
0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat bertemu Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung. Kemendikbud merencanakan mengirim 1000 guru ke Singapura untuk meningkatkan kapasitasnya dalam penguasaan Revolusi 4.0 (foto: Kemendikbud)

SahabatGuru – Revolusi 4.0 sudah tidak bisa dihindari. Dunia sudah berubah dengan kehadiran internet. Dunia pun memasuki era revolusi 4.0. Dan guru harus membekali diri menghadapi era tersebut.

Penting bagi pendidik untuk paling tidak mengetahui apa itu dunia maya. Informasi dunia yang benar-benar berada di sebuah gawai. Paling tidak guru tidak gagap teknologi karena murid-muridnya sudah melangkah memasuki revolusi itu.

Para guru pun perlu meningkatkan kapasitas dalam penguasaan teknologi 4.0. Dalam rangka peningkatan kualitas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merencanakan mengirim guru ke Singapura.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan ada 1000 guru yang akan dikirim untuk meningkatkan kapasitasnya. Pengiriman guru ke Singapura merupakan bagian dari kerjasama kementerian pendidikan di antara kedua negara tetangga tersebut.

Baca Juga :   Kemendikbud Gandeng Tanoto Foundation Kembangkan Program PINTAR

“Tahun ini, kami menargetkan 1000 guru, khususnya tenaga pendidik di SMK, yang dikirim ke Singapura. Mereka harus meningkatkan kapasitasnya, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0,” kata Mendikbud usai bertemu Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Dipilihnya guru SMK karena Singapura memiliki pendidikan vokasional yang berkualitas. Melalui kerjasama ini, Mendikbud berharap kemampuan guru vokasi makin meningkat.

Kementerian pendidikan kedua negara sudah menjalin kerjasama sejak 2017 lalu. Dari perjanjian kerjasama yang berlaku selama lima tahun itu, Indonesia dan Singapura tidak hanya saling mengirim guru.

Melalui kerjasama ini, kedua kementerian saling mendorong dan memfasilitasi pertukaran kunjungan siswa untuk membangun ikatan yang kuat di antara generasi muda. Selain itu ada upaya mempromosikan pemahaman yang lebih kuat tentang budaya, masyarakat, dan bahasa masing-masing negara.

Baca Juga :   Berikan Apresiasi SMK, Kemendikbud Gandeng PT. Astra Internasional

“Kerjasama itu menjadikan kedua negara saling melakukan pertukaran kunjungan guru, tenaga ahli, dan tenaga kependidikan untuk berbagi informasi tentang pedagogi. Selain itu ada kunjungan pejabat kementerian kedua negara untuk berbagi informasi mengenai sistem pendidikan,” ujar Muhadjir.

Menurut Menteri Pendidikan Singapura, pihaknya sesungguhnya sudah lama menjalin kerjasama dengan Indonesia, seperti pertukaran pelajar dan pelatihan guru.

“Kami telah menjalin kerja sama yang baik setiap tahunnya. Jadi, kami perlu mendiskusikan kembali bagaimana keberlangsungan kerja sama tersebut,” kata Ong.

Komentar